Isu Pedagang Bebas Jual Daging Beku Ilegal, Parlindungan Purba Temui Dirjen Peternakan Hari Ini

Administrator Administrator
Isu Pedagang Bebas Jual Daging Beku Ilegal, Parlindungan Purba Temui Dirjen Peternakan Hari Ini
tap|pelitabatak
Parlindungan Purba SH MM

Medan (Pelita Batak):

Senator asal Sumut Parlindungan Purba SH MM merespon pemberitaan di media di Kota Medan, pada Senin 5 Maret 2018 "Pedagang Benas Jual Daging Beku Ilegal" di TribunMedan.com.  Ancaman kesehatan yang meresahkan warga Sumut ini, akan segera dioonsultasikan dengan Dirjen Peternakan di Kementerian Pertanian.

"Hari ini (6/3, red) saya akan ke Dirjen Peternakan di Kementerian Pertanian. Kita ingin mempertanyakan hal yang terjadi di Sumatera Utara saat ini," kata Parlindungan kepada media, Selasa (6/3/2018).

Ketua Komite II DPD RI ini mengharapkan, pemerintah pusat lewat Dirjen Peternakan bisa menjelaskan kondisi ini. Dimana sebelumnya dijelaskan bahwa saat ini, diduga, produk impor ilegal berupa daging sapi beku (frozen) banyak beredar, termasuk dijual bebas di pasar-pasar tradisonal.

Diperkirakan, daging sapi atau kerbau didatangkan dari India dengan harga sangat miring, Rp 80.000 per kilogram lalu dioplos dengan daging segar lokal yang lebih mahal untuk meraup untung. Apakah berbahaya mengonsumsi daging beku ilegal?

Pengoplosan dilakukan diduga dengan motif dan alasan ekonomi. Selisih harga daging beku impor dengan daging segar lokal berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogram. Daging segar dijual seharga Rp 110.000 hingga Rp 115.000 per kilogram

Parlindunga  juga menyesalkan keterangan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Zubir Harahap yang menyatakan pihaknya tidak mungkin melakukan pengawasan secara terus-menerus.

"Pemerintah daerah harus mengawasi secara terus menerus, dilakukan dengan regulasi yang benar dan sistem yang tersistematik. Pernyataan itu kurang bertanggung jawab, Pemda harus berupaya tegas," katanya.

Untuk masyarakat Sumut, kata Parlindungan Purba agar lebih selektif dalam membeli bahan kebutuhan sehari-hari. Karena kondisi ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan oleh pihak-pihak terkait. (TAp)

Komentar
Berita Terkini