Insiden Penutupan Warung di Batangkuis : Tokoh Masyarakat Sumut Meminta Semua Pihak Taat Hukum dan Menahan Diri

Administrator Administrator
Insiden Penutupan Warung di Batangkuis : Tokoh Masyarakat Sumut Meminta Semua Pihak Taat Hukum dan Menahan Diri
IST | Pelita Batak

Medan (Pelita Batak):

Sejak dulu Sumut selalu menjadi model kerukunan dan harmoni dalam perbedaan. Banyak pihak bahkan menyebut daerah ini sebagai miniatur Nusantara karena dihuni oleh orang dari berbagai latar belakang.

"Karena itu, kita sangat masygul mendengar berita tentang insiden penutupan warung Bu Lamria Manullang di Batangkuis. Itu bukan wajah Sumut yang kita kenal. Setahu saya, tidak pernah ada hal semacam itu sebelumnya. Kita senantiasa hidup dalam kebersamaan, saling pengertian, menyatu dalam perbedaan," ujar tokoh masyarakat Sumut, Dr RE Nainggolan, MM kepada wartawan di Medan, Jumat (1/5).

Pria yang pernah menjadi Sekdaprovsu dan Bupati Tapanuli Utara ini mengakui belakangan secara nasional memang ada kecenderungan meningkatnya sentimen dan gesekan berbau SARA, terutama yang merupakan efek samping dari dinamika politik yang terkadang kurang elegan. 

Akan tetapi, di tengah kecenderungan seperti itu, Sumut senantiasa hadir sebagai oasis, dengan keteduhan, kerukunan, dan kebersamaan dalam kebhinekaan. "Kita jangan mau terpengaruh oleh apa yang terjadi di luar. Wajah Sumut yang sejuk harus kita pertahankan sampai kapan pun," katanya.

Pada bagian lain, dia meminta semua pihak menempatkan hukum sebagai panduan. "Semua pihak harus taat hukum. Kita selaku masyarakat boleh melakukan pendekatan-pendekatan, tetapi tidak boleh mengambil tindakan. Itu ranahnya para penegak hukum," ujarnya.

Tokoh yang masih aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan ini menyatakan keyakinannya, pemerintah dan para penegak hukum bisa menangani persoalan ini dengan baik dan benar.

"Masing-masing pihak menahan diri. Kita kedepankan komunikasi, saling menghargai, menjaga Sumut sebagai rumah kita bersama tetap kondusif, menjadi inspirasi bagaimana indahnya hidup dalam kebersamaan," apalagi dalam suasana menjalankan ibadah puasa dalam  bulan suci Ramadhan," pungkasnya.

"Saat ini kita dihadapkan dengan suasana yang sangat sulit dengan virus Corona yang memberi dampak kepada semua aspek kehidupan kita dan dimana Pemerintah dan kita semua sungguh sungguh fokus untuk menghadapi masalah ini, sehingga jangan lah kita memperkeruh suasana melakukan tindakan tindakan yang dapat menambah kerumitan permasalahan yang kita hadapi saat ini," demikian RE sampaikan.(*)

Komentar
Berita Terkini