HUT Samosir XIII, PT. TPL dan Aqua Farm Turut Berkontribusi

Administrator Administrator
HUT Samosir XIII, PT. TPL dan Aqua Farm Turut Berkontribusi
Ist|PelitaBatak
Bupati Samosir Rapidin Simbolon bersama staf Aqua Farm sesaat sebelum penaburan 30 ribu benih ikan pada HUT Samosir XIII, Sabtu, (25/2/17)

Pangururan (Pelita Batak) :
Panitia Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir menggandeng dan mengikut sertakan PT.TPL dan PT. Aqua Farm untuk ikut serta dan berkontribusi pada perayaan HUT Samosir ke XIII. Sangat bertentangan dengan tuntutan masyarakat yang meminta kedua perusahaan ini ditutup karena diduga telah merusak lingkungann hutan dan alam dikawasan Tapanuli, serta melakukan pencemaran di Danau Toba.

Selain turut berpartisipasi dalam meramaikan stand pameran, Panitia Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir juga ikut menggandeng PT.Aqua Farm untuk berkontribusi dengan pemberian benih ikan nila seperti rilis yang disebar Humas Samosir melalui akun facebooknya pada Sabtu, (25/2/2017).

"Dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir XIII Tahun 2017, PT. Aqua Farm Nusantara melaksanakan penaburan benih bibit ikan nila sebanyak 30.000 ekor ke perairan danau toba. Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM mengawali penaburan benih bibit ikan nila ke perairan danau toba dan dilanjutkan Wakil Bupati Samosir Ir. Juang Sinaga, Kejari Samosir, Pabung 0210 TU, Wakapolres dan PT. Aqua Farm.

Bupati Samosir sangat menyambut baik acara tersebut dan mengucapkan terima kasih ke pada PT. Aqua Farm atas partisipasi dan kepedulian PT Aqua Farm untuk kelestarian ikan di danau toba,” ujar akun facebook Humas Pemkab Samosir.

Menanggapi kontribusi perusahaan-perusahaan yang diduga merusak lingkungan kawasan danau toba tersebut, berbagai organisasi aktivis lingkungan pun menyatakan kekecawaannya atas sikap Pemkab Samosir ini. Kelompok Studi Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) melalui stafnya Delima Silalahi, dengan tegas menyayangkan sikap mendua dari Pemkab Samosir ini.

"Kita kecewa dengan sikap pemkab Samosir yang tetap menerima CSR perusahaan perusak lingkungan ini. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan Bupati Samosir pada Rapat Teknis RT/RW di Hotel Sere Nauli pada januari lalu. Bupati Rapidin mengusulkan supaya TPL diberhentikan operasioanlnya di Samosir dan konsesi TPL dicabut. Jadi, sikap Pemkab Samosir ini sangat kontradiktif dengan tindakan dia mengikutsertakannya TPL dan Aqua Farm pada HUT Samosir ini," tegas Delima Silalahi dikutip dari Samosirgreencom.

Seharusnya, Bupati Samosir Rapidin Simbolon tidak hanya berjanji saja dengan pernyataanya mengusulkan konsesi TPL dicabut di Samosir, tapi juga menindaklanjutinya dengan mengirimkan surat permohonan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Apakah sudah menindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke menteri LHK? Jangan-jangan belum. Berarti hanya dibibir saja,” tambahnya.

KSPPM juga menyoroti langkah Pemkab Samosir yang berpromosi parawisata berbasis lingkungan kemana-mana namun tetap membiarkan Aqua Farm beroperasi, bahkan menerima benih ikan untuk disebarkan dari Danau Toba.

"Kenapa Pemkab Samosir membuka ruang kepada Aqua Farm. Bayangkan hanya dengan menerima bibit sebanyak 30 ribu ekor atau setara dengan uang 18 juta rupiah dari Aqua Farm, Pemkab Samosir ikut serta membiarkan pencemaran danau toba dilakukan oleh Aqua Farm. Jadi jangan bicara parawisata kalau mereka (aqua farm) masih ada” ujar Delima Silalahi.

Kedepannya Pemkab Samosir diharapkan tidak bersikap paradoks dan bertolak belakang atas visi parawisata dan pertanian yang berbasis lingkungan yang bersih. Karena yang dijual dari wisata Samosir utamanya adalah Danau Toba, sehingga perusahaan perusak danau toba harusnya ditutup dan tidak dibiarkan merusaka danau toba.

Pemkab Samosir diharapkan juga jangan tersandera dengan dana CSR (Coorporate Social Responsibility) dari perusahaan yang diduga perusak hutan dan Danau Toba yang jumlahnya tidak seberapa dibandingkan kerusakan lingkungan yang diakibatkan operasionalnya.

“Mustahil bicara parawisata bila memberikan ruang kepada perusahaan perusak lingkungan kawasan danau toba,” tegas Delima Silalahi.(samosirgreen/TAp)

 

Komentar
Berita Terkini