FK MPR Terobos Masuk ke Kantor Gubernur Sumut

Administrator Administrator
FK MPR Terobos Masuk ke Kantor Gubernur Sumut
Ketua FK-MPR Jhony Naibaho saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela aksi di depan Gedung DPRD Sumut.

Medan (Pelita Batak) :
Ketua Forum Komunitas Masyarakat Pinggir Rel (FK-MPR) Jhony Naibaho mengatakan pihaknya akan menerobos masuk ke kantor Gubernur Sumut jika tuntutan mereka tidak direspon segera. Sebab, jika pemerintah provinsi tidak lagi menanggapi pihaknya, mereka tidak tahu lagi harus mengadu ke mana.

"Kami mohon dampingan dari rekan-rekan media, kami akan menerobos masuk ke kantor Gubernur nanti," kata Jhony saat melakukan aksi di Depan Gedung DPRD Sumut.

Dalam aksi unjukrasa ini, seratusan massa melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (15/9/2016). Massa menuntut agar penggusuran penduduk dari pinggir rel yang akan dilakukan PT Kereta Api Indonesia agar segera dibatalkan.

Massa yang dikomandoi pimpinan aksi Tonggo Hutabarat ini menilai, penggusuran yang dilakukan tanpa menyediakan tempat relokasi yang layak adalah pelanggaran dan melenceng dari pesan Proklasi Kemerdekaan RI yang telah dibacakan Ir Soekarno 71 tahun yang lalu. "Dengan mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan agar berdaulat, adil dan makmur. Sepertinya sangat jauh dari cita-cita para pendiri bangsa ini. Perampasan hak dan ruang-ruang hidup rakyat terus dan semakin masif terjadi di berbagai daerah negeri ini," kata Tonggo dalam pernyataan sikapnya.

Sialnya, lanjutnya, pembangunan selalu dijadikan dalil untuk menyingkirkan kaum kecil demi memberi servis pada kepentingan investasi modal, sehingga harapan untuk hidup sejahtera bagi seluruh rakyat semakin jauh dari cita-cita para pendiri bangsa ini. "Kami masyarakat pinggiran rel akan merasakan penggusuran demi pembangunan," katanya.

Untuk itu, FK MPR mendesak pemerintaha Joko Widodo -Jusuf Kalla, untuk tidak meneruskan budaya mengorbankan rakyat kecil.

"Kami meminta agar pemerintah pusat memerintahkan pemrov Sumut dan Pemko Medan untuk segera menyelesaikan masalah pinggir rel. Kemudian memberhentikan keterlibatan TNI, Polri, Satpol PP dan aparat terkait dalam proses penggusuran masyarakat pinggir rel," tambah Ketua FK MPR Jhony Naibaho.

Aksi ini selain orang dewasa juga diikuti sejumlah anak dengan menggunakan seragam sekolah dengan membawa umbul-umbul aksi. Poster, spanduk dan pengeras suara diusung dalam melancarkan aksi unjukrasa ini. Sementara itu, arus lalu lintas di depan gedung DPRD Sumut ditutup dan sejumlah jalan sekitar direkayasa petugas untuk mengalihkan arus lalu lintas. (TAp)

Komentar
Berita Terkini