Diduga Sarat KKN, Proyek Live Streaming Kominfo Pemprovsu Pakai "Orang Ketiga"

Administrator Administrator
Diduga Sarat KKN, Proyek Live Streaming Kominfo Pemprovsu Pakai "Orang Ketiga"
IST | Pelita Batak

Medan (Pelita Batak):

Proyek pengerjaan Live Streaming Kominfo Provinsi Sumatera Utara yang dipusatkan di ruang Sumut Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumatera Utara  terkesan dipaksakan dan sarat unsur korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Hal itu dibuktikan dengan adanya pihak ketiga yang dipakai oleh Dinas Kominfo Pemprovsu untuk mengerjakan proyek ini.

Padahal Pemprovsu sendiri  memiliki fasilitas atau peralatan dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik di Infokom maupun di Biro Humas Setdaprovsu.

Miliaran rupiah anggaran yang disiapkan Pemprovsu untuk mendanai Smart Province dimasa kepimpinan Gubernur HT Erry Nuradi. Artinya, Smart Province ini dibangun untuk ke depannya Pemprovsu bisa menghadirkan alat yang lebih canggih untuk berkomunikasi jarak jauh.

Selama ini proyek Live Streaming tetap dilaksanakan Dinas Infokom dan Biro Humas. Pengelolaanya secara mandiri. Kegiatan sudah sering dikerjakan tanpa melibatkan pihak ketiga.

Salah contoh, ketika pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada), Gubernur Sumatera Utara melakukan  telekonfrence dengan para panitia Desk Pilkasa Kabupaten/Kota di lantai 6 Kantor Gubenur Sumatera Utara.

Ironisnya lagi, anggaran yang dipakai Dinas Kominfo Provsu untuk membangun Smart Province yang dinyatakan canggih dalam angka miliaran rupiah terkesan sia-sia dan tidak seperti yang diharapkan semua pihak. Apalagi sampai harus mengeluarkan anggaran tambahan yang baru lagi untuk mendanai Live Streaming   yang terkesan dipaksakan dan akal-akalan saja. 

Namun, ketika pengerjaan Live Streaming ini dikonfirmasi wartawan belum lama ini kepada Plt Kadis Kominfo  Provsu H Ayub mengakui mereka ada memakai tenaga orang luar walau duakuinya tidak semua proyek ini di pihak ketigakan.

Menurutnya, hal itu dilakukan karena ada peralatan yang  tidak dimiliki oleh Kominfo dan Biro Humas Pemprovsu . Namun dia berjanji akan menganggarkan pembelian alat yang tidak dimiliki itu dan  ke depan pengerjaan Live streaming ini akan dikerjakan oleh tenaga pendukung infokom dan Biro humas.

Pengakuan Kadis Kominfo  Provsu H Ayub ini menjadi pertanyaan berbagai pihak. Apakah benar peralatan ini tidak dimiliki atau ada kong-kalikong.(tim)

Komentar
Berita Terkini