Medan (Pelita Batak):
Pertamina memiliki tanggungjawab besar turut dalam peningkatan dan pemerataan perekonomian di tengah masyarakat. Bukan saja terfokus mengejar profit perusahaan, sebagaimana diatur dalam Permen-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
Seperti halnya dilakukan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, dengan menerapkan amanat peraturan tersebut telah melakukan upaya penyaluran dana kemitraan kepada 11.000 UMKM yang mencakup di Aceh, Sumut, Kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Riau.
Meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, hingga Juli 2018 dana kemitraan bergulir ke berbagai UMKM yang bergerak di bidang usaha yang beragam.
Sebagaimana dituturkan Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR 1, Rudi Ariffianto, sektor usaha yang paling diminati adalah sektor peternakan, industry (fashion, pengolahan kopi, kerajinan tangan) dan sejumlah kegiatan usaha lainnya.
Dengan hanya memberikan baiaya administrative hanya 3% dalam satu tahun, pengusaha UMKM dapat bertumbuh dan berusaha dengan modal tersebut. "Kita tidak membungakan dana yang diterima penerima manfaat, dan hanya dikenakan biaya administrative, karena kita memang bukan Perbankan," ujar Rudi.
Selain sekedar memudahkan masyarakat memperoleh manfaat dana bergulir ini, saat menjadi mitra binaan, akan mendapat manfaat lebih. Masyarakat dibina dan dituntun menjadi pengusaha UMKM yang bertumbuh bahkan menjadi mandiri.
Dengan motto, 'mencetak UMKM yang tangguh dan Mandiri' Pertamina yakin dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lewat pemanfaatan Coorporate Sosial Responsibility (CSR) yang sudah berjalan hingga saat ini.
Mitra binaan tidak semata-mata mendapat pinjaman. Manfaat lebih besar bisa dirasakan dengan adanya pelatihan, seminar, pembinaan bahkan adanya momen local hero yang dipilih dalam secara berkala. Semakin bertumbuh usaha mitra binaan, Pertamina bisa menarik nafas lega dengan harapan Indonesia akan memiliki masyarakat yang secara ekonomi merata dan bergerak menuju kemakmuran.
Sebab, Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan Pertamina agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina. Hal tersebut diharapkan akan dapat mendukung kegiatan usaha Pertamina maupun mitra bisnis.
Sedangkan Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Pertamina melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN dan bersifat hibah.
Bahkan Pertamina senantiasa mengajak seluruh mitra binaan untuk terus memacu kinerja usaha masing-masing sehingga bisa lebih awal untuk mandiri. Mitra binaan diikutkan dalam berbagai kegiatan, bahkan kegiatan bergengsi di negeri ini seperti Internasional Handicraft Trade Fair Inacraft 2018. Sebanyak 15 perajin mitra binaan diikutkan dalam ajang pameran produk kerajinan tersebut. Seperti Abdul Halim yang memamerkan produk sulam, border, baju koko dan mukena. Ia menjadi mitra binaan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina karena diajak ikut pameran Inacraft. Ini membuka kemnbali peluang usaha kami yang sempat habis terbakar di Bukit Tinggi pada Oktober 2017 lalu," ujarnya dikutip dari pertamina.com.
Kemudian dikatakan Rudi, bahwa persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan dana bergulir dari program CSR Pertamina ini tidak lah sulit. "Kita sudah mendengar sendiri dari par amitra binaan, asa mereka benar-benar bekerja dan menggeluti usahanya, pasti akan berhasil dan syarat yang ada tidak lah menyulitkan," ujarnya.
Program dana kemitraan ini, kini menjadi harapan bagi masyarakat. Karena tidak membatasi ruang wilayah, seluruh wilayah yang ada UMKM, dan memenuhi persyaratan administrative, akan berhak mendapatkan dana maksimal Rp. 200 juta tersebut.
Kesungguhan pengelolaan dana oleh BUMN seperti Pertamina khususnya MOR I Sumbagut, mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Termasuk Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, yang menilai program PKBL ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang mau bekerja dan mengembangkan UMKM nya.
Benar-benar bisa dirasakan warga dan memberikan dampak yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itulah, senator asal Sumut Parlindungan senantiasa agar Pertamina MOR I tetap memrogramkan PKBL dan pemberian dana tetap selektif dan menyebar di seluruh wilayah.(Adol Frian Rumaijuk)