6 September Sidimpuan Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Administrator Administrator
6 September Sidimpuan Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Saut Togi Ritonga| Pelita Batak
6 September Sidimpuan Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Padangsidimpuan (Pelita Batak) :

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dan bertahap di Kota Padangsidimpuan, akan dimulai Senin depan 6 September 2021. Langkah ini diambil karena Kota Padangsidimpuan sudah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH mengatakan, sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/39/INST/2021 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dimasa Pandemi Covid 19, bahwa daerah yang masuk PPKM di Level 2 dapat diizinkan untuk melaksanakan PTM secara terbatas dengan kapasitas maksimal 25 persen.

"Alhamdulillah saat ini Kota Padangsidimpuan sudah di Level 2, sehingga mulai 6 September besok, kita izinkan untuk kegiatan PTM, dengan kapasitas terbatas sebanyak 25 persen dari jumlah siswa," ujar Walikota saat rapat dengan Forkopimda, Disdik, dan kepala sekolah serta pihak terkait lainnya di Gedung Adam Malik, Kamis 2 September 2021.

Dikatakannya, selama ini tidak melaksanakan PTM karena tidak mendapat izin dari Gubernur Sumatera Utara, namun saat ini telah diperbolehkan utk PTM Terbatas karena Kota Padangsidimpuan sudah berada di level 2.

Perkembangan covid menjadi pertimbangan utama dan berkat kerjasama bersama trend kasus covid semakin menurun sampai saat ini. "Terimakasih berkat kerja keras dari Kapolres dan Dandim 0212 dalam penanganan covid 19 ini."Ucap Irsan.

Dalam pertemuan itu Walikota ingin seluruh pihak dapat mengambil sikap bersama dalam menyongsong PTM Terbatas yang akan dilaksanakan dengan menerapkan prokes yang ketat.

Sementara Wakil Ketua DPRD Rusydi juga menyampaikan bahwa jika ada kasus maupun indikasi dilapangan kepada para siswa diharapkan kepada guru dengan sigap melaporkan kepada gugus tugas sebagai penanganan dan dapat segera melakukan tracing .

Dandim 0212 /TS Letkol. inf Rooy Chandra Sihombing mengatakan bahwa PTM terbatas itu merupakan kabar baik setelah 1,5 tahun pandemi covid 19 ini dilaksanakan pembelajaran secara daring dan minggu depan akan dilaksanakan PTM tetapi tetap harus melaksanakan prokes.

"Ini merupakan capaian dari kerja keras kita semua dalam pemutusan mata rantai covid 19 dan tidak terlepas dari kesadaran masyarakat kota Padangsidimpuan yg semakin tinggi dalam mematuhi prokes," ujarnya.

Pada rapat tersebut Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Juliani Prihartini, SIK, MH juga mengatakan bahwa status dari level 4 sampai sekarang ke level 2 merupakan kerja keras seluruh gugus tugas dalam memutus mata rantai covid 19 di kota Padangsidimpuan.

"Saya harap semua guru memiliki kesadaran untuk vaksinasi dalam menyongsong PTM ini,Urgensi dalam vaksinasi adalah untuk membentuk herb immunity," ujar Kapolres.

Dikatakannya, membangun komitmen dan kesadaran dalam mematuhi prokes sangat penting dalam PTM ini jika ingin kuota 25% dalam pembelajaran ini dapat bertambah menjadi 75 persen atau 100 persen.

"Saya harap kerjasama dalam penerapan prokes pada PTM terbatas ini. Jangan sampai nantinya terjadi lonjakan kasus setelah melakukan PTM yang sanksinya berujung penutupan pembelajaran," pungkasnya.(STR)

Komentar
Berita Terkini