Seruan itu disampaikan nya pada acara penyambutan malam Tahun baru Islam 1439 Hijriyah Tahun 2017 (1 Muharram di Kecamatan Arse, Rabu 20 September 2017.
Bupati menyadari kurun waktu 20-30 Tahun belakangan ini, berbagai daerah kebanyakan tidak mengetahui tentang tahun baru Islam, padahal menurutnya 1 Muharram itu cukup penting sebagai memeringati tahun hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Kota Madinah.
"Mari kita maknai Tahun Baru Islam ini sebagai moment instropeksi diri sudah sejauh mana kita melakoni kehidupan yang kita jalani agar (hijrah) lebih baik lagi," ujarnya.
Khusus kepada ummat Muslim di Kecamatan Arse dan umumnya KabupatenTapanuli Selatan, Bupati mengajak untuk tetap menjaga keharmonisan, kekompakan serta menghargai antar sesama dalam rangka percepatan pembangunan.
"Mari kita jaga kekompakan dan kebersamaan dalam menggapai kehidupan untuk mewujudkan Tapanuli Selatan yang sehat, cerdas dan sejahtera," tukasnya sejalan tema diusung 'Melalui 1 Muharram Mari Kita Tingkatkan Semangat Keagamaan Untuk Menciptakan Sumber Daya Manusia Pembangun Yang Unggul Berimtaq Sehat Cerdas dan Sejahtera'.
Bupati juga mengapresiasi masyarakat Arse yang menggelar kemeriahan pawai obor akbar oleh seribuan peserta dari kalangan pelajar, BKMT, PKK dari Kecamatan hingga Desa Keluarahan di daerah itu.
Peringatan 1 Muharram itu juga diisi dengan acara pengukuhan pemuda pemudi muslim desa se-Kecamatan Arse, pemberian hadiah lomba sarhil Quran (anak-anak dan remaja) dan lomba mengurus jenazah tingkat remaja.
Pada kesempatan itu Bupati Syahrul juga menyerahkan santunan kepada 20 fakir miskin dari Baznas Tapsel, tambah santunan kepada 30 anak yatim dari panitia, dan Tausiyah seputar 1 Muharram oleh Ketua MUI Tapsel KH. Ahmad Ghozali Siregar.
Hadir dalam acara itu, Sekda Tapanuli Selatan Drs Parulian Nasution MM Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Selatan Hj. Syaufia Lina Syahrul, BKMT, Ka.KUA Arse, Para Pejabat lingkungan Pemkab Tapanuli Selatan bersama rombongan. (Saut Togi Ritonga)