Khotbah Pesta Peringatan Hari Kenaikan Tuhan Yesus, Kamis 21 Mei 2020: "Memberitakan Kabar Baik ke Segala Makhluk" (Mrk. 16: 15-20)

Administrator Administrator
Khotbah Pesta Peringatan Hari Kenaikan Tuhan Yesus, Kamis 21 Mei 2020: "Memberitakan Kabar Baik ke Segala Makhluk" (Mrk. 16: 15-20)
ist
Pdt Dr Robinson Butarbutar
Oleh Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP


Saudara-saudara terkasih di mana pun berada, kiranya damai sejahtera Allah menyertai kita semua. Dua minggu lalu saya membaca sebuah berita di majalah elektronik berbahasa Jerman, Der Spiegel, yang kurang lebih berbunyi sebagai berikut: Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, kita belum berhasil menurunkan suhu Bumi di bawah 3 derajat Celcius. Hal ini dikarenakan pemerintah, pengusaha dan rakyat di negara-negara dunia, baik negara miskin dan sedang berkembang, maupun negara-negara kaya, sulit untuk melakukannya sebab terkait dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut. Aksi protes dari orang-orang muda di seluruh dunia juga tampaknya belum berhasil untuk menekan para pengambil keputusan terkait isu pemanasan global ini. Namun, setelah aktivitas industri dunia berhenti selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19, kenaikan suhu Bumi pun tertahan. Dari fakta ini kita dapat melihat, setelah pandemi berakhir nanti dan aktivitas industri kembali normal, kenaikan suhu Bumi pasti akan terjadi lagi, dan mungkin akan bertambah parah dampak negatifnya di masa depan semakin parah.


Pada perayaan Kenaikan Yesus tahun ini, di tengah pandemi Covid-19, kita diingatkan kembali sekaligus mensyukuri misi Yesus yang disampaikan hampir 2000 tahun lalu: "Memberitakan kabar baik (Injil) bagi segala makhluk. Yesus memberikan misi penting kepada para murid agar memberitakan kabar baik ke segala tempat di segala waktu, dengan tujuan: Supaya yang percaya dan dibaptis diselamatkan (ay. 16), dan agar kita serta segala ciptaan (Yunani: pase ktise) mampu mencapai yang tadinya tidak mungkin, di antaranya menang melawan penderitaan,  melawan iblis, racun, ular, dan penyakit (ay. 17-18), dan agar kita manusia juga peduli kepada ciptaan yang lain.


Memberitakan kabar baik kepada segala makhluk bukanlah perkara mudah, sebab kuasa-kuasa kematian juga bekerja lewat keserakahan, penghancuran, dan sebagainya. Namun, dalam mengemban misiNya ini melalui kita, kita tidak sendiri. Tuhan turut bekerja bersama kita, bersinergi (Yunani: sunergountos) dengan kita (ay. 20). Kita menjadi rekan sekerja-Nya dalam mengemban misi Allah (missio Dei). Ini meneguhkan, menguatkan, menyemangati dan membaharui kita.


Penting sekali bagi kita untuk menyadari bahwa Allah bersinergi dengan kita, termasuk dalam waktu-waktu sulit belakangan ini dan ke depan. Kita tahu bahwa sampai saat ini belum ada vaksin untuk Covid-19. Bahkan, menurut WHO, virus ini mungkin akan terus bersama kita sampai lima tahun ke depan. Artinya, kita akan memulai cara hidup yang baru dan "berdampingan" dengan virus ini. Karenanya, kita akan terus jaga jarak, menggunakan masker, dan selalu menjaga kebersihan. Kehidupan ber-ekonomi pun akan berubah. Ekonomi akan dijalankan  dengan cara-cara baru. Dalam semua yang "baru" ini, jangan takut dan cemas, sebab firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan bersama kita, bersinergi dengan kita. Percaya dan yakinlah. Amin!

Komentar
Berita Terkini