LPM UHN Medan Laksanakan Pelatihan Instrumen Akreditasi Prodi 4.0

Administrator Administrator
LPM UHN Medan Laksanakan Pelatihan Instrumen Akreditasi Prodi 4.0
IST|pelitabatak
Prof. Dr. Ramlan Silaban Guru Besar Unimed, Ketua LPM UHN Medan Dr. Hamonangan Siallagan, SE, M.Si, moderator Nancy Sitompul, SE, M.Si dalam acara pelatihan Akreditasi Prodi Versi 4.0 di Ruang Dr. Justin

Medan (Pelita Batak):

Bertempat di Ruang Dr. Justin UHN Medan Lembapa Penjaminan Mutu (LPM) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan menyelenggerakan pelatihan bagi auditor internal instrumen Program Studi 4.0, Senin, (22/07/2019). Dalam sambutannya Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Richard Napitupulu, MT menegaskan bahwa pendalaman dan pemahaman Instrumen Prodi 4.0 ini sangatlah penting bagi auditor internal UHN sebagai lokomotif dalam mendorong Akreditasi Prodi di lingkungan internal, kata Wakil Rektor I. 

Wakil Rektor I sangat mengharapkan kedepan akreditasi berbasis out come ini makin melembaga di lingkungan UHN untuk mendorong peningkatan mutu lulusan kedepan. Dengan instrumen yang baru ini kita harapkan UHN juga berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang bermutu, tegas Wakil Rektor I lagi. Sementara Dr. Hamonangan Siallagan, SH, MH Ketua LPM UHN Medan dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini kita harapkan semua auditor internal makin paham instrumennya. Dengan demikian kedepan semua prodi bisa lebih paham semua instrumen versi 4.0 ini. Dr. Hamonangan lulusan UGM Yogyakarta ini kembali menegaskan bahwa UHN sangat komit dengan semua regulasi dari Kemristek DIKTI tegas Dr. Hamonangan lagi. 

Kami dari LPM terus melakukan antisipasi terhadap semua regulasi eksternal, dalam hal ini aturan-aturan terbaru dari Kemristek DIKTI, tegas Dr. Hamonangan lagi. Dr. Hamonangan secara tegas mengatakan, mutu auditor kita dalam hal pemahaman mereka mengenai instrumen Akreditasi terbaru versi 4.0 akan kita matangkan agar mereka kelak bisa menajdi garda terdepan dalam mendorong Akreditasi di semua Prodi UHN menuju "A", harap Dr. Hamonangan lagi. 

Sementara  Prof. Dr. Ramlan Silaban, MS Guru besar Unimed mengatakan bahwa dasar pemikiran up date dari instrumen akreditasi Prodi baru adalah Out of Date: instrumen yang ada sudah out of date sehingga perlu disesuaikan dengan regulasi terkini yang mengatur Pendididikan Tinggi dan Akreditasi. Shifting paradigm: beberapa regulasi terkini dan praktek baik QA di Luar Negeri menuntut adanya paradigm shifting dari Input-Process-based ke Output-Outcome-based. Kelemahan penilaian: terdapat beberapa kelemahan yang dijumpai dalam penilaian akreditasi menggunakan instrumen yang ada, dan perlunya peningkatan akuntabilitas proses akreditasi, tegas Prof. Dr. Ramlan Silaban lagi.  

Prof. Dr. Ramlan Silaban mengatakan lagi Instrumen asesmen akreditasi baru  adalah berbasis evaluasi diri: menemukenali kekuatan dan kelemahan, Berorientasi pada outputs & outcomes, Lebih spesifik untuk berbagai jenis institusi (PTN BH, PTS, PT BLU, SATKER; Universitas, Institut, Politeknik, Akademi, Akom), dan program (Sarjana, Diploma, Profesi, Magister, Doktor), Sebagai bagian integral dari CQI, Unik untuk berbagai jenis institusi/program: tidak mudah direkayasa, Tidak mudah di scale up, Memerlukan kemampuan yang lebih tinggi dari asesor kata Prof. Dr. Ramlan lagi. 

Di akhir paparannya, Prof. Dr. Ramlan Silaban berpesan memahami instrumen akreditasi versi baru 4.0 ini bukanlah hal sulit. Butuh komitmen, kerja keras, dan kemauan yang baik agar bisa paham dengan baik. Ingat, instrumen akreditasi prodi versi 4.0 ini adalah upaya pemerintah meningkatkan mutu  perguruan tinggi karena ini  instrumen ini berbasis out come, tegas Prof. Dr. Ramlan Silaban di akhir paparannya.(*|TAp) 

Komentar
Berita Terkini