Demo Jumat 04 November 2016 Tidak Perlu Ditakuti

Oleh: Djalan Sihombing SH
Administrator Administrator
Demo Jumat 04 November 2016 Tidak Perlu Ditakuti
Ist
Djalan Sihombing SH (kedua dari kiri), bersama Yenni Wahid, putri Gus Dur (paling kanan)

Demonstrasi adalah bagian dari hak yang dilindungi undang-undang, asalkan demo tersebut dilakukan berdasarkan aturan-aturan.

 

Demo yang direncanakan pada hari Jumat 04 Novemper 2016 tidak perlu ditakuti dengan alasan sebagai berikut :

 

1.  Tidak ada rasa kebencian seperti api dalam sekam saat ini. Saudaraku bisa merasakan sendiri apakah ada rasa kebencian sesama tetangga atau suku karena beda agama? Tentu belum ada saat ini. Bila ada api dalam sekam, itu yang berbahaya dan bisa jadi pemantik kerusuhan yang melebar.

 

2. Tidak ada riak-riak di tubuh TNI dan Polri yang kasatmata berseberangan, walaupun bisa saja ada yang memanfaatkan situasi. Selama TNI dan Polri kuat dan bersatu dan tidak ada keberpihakan melihat situasi, dengan demikian kita tidak perlu kuatir. TNI dan Polri dengan Panglima Tertinggi pak Jokowi masih kuat dan bersatu saat ini.

 

3. Islam Nusantara, yang nasionalis tidak mau NKRI terpecah-belah. Zaman kemerdekaan, bapak-bapak pendiri  bangsa ini bersepakat mendirikan NKRI dan mau bersatu, walaupun rakyat Nusantara lebih banyak menganut agama Islam. Demi keutuhan bangsa dan negara yang didirikan, yang terdiri dari berbagai agama,

suku dan ras serta budaya yang beragam bersatu dalam NKRI yang  Bhinneka Tunggal Ika.

 

4. Jiwa nasionalisme rakyat Nusantara masih lebih kuat daripada sektarianismenya. Tidak ada gerakan yang dimotori mahasiswa/pemuda. Pemuda dan mahasiswa kita masih lebih banyak yang nasionalis.

 

5. Khusus DKI Jakarta sekitarnya sudah lebih berpikir positif melihat keadaan. Jakarta melihat keterpurukan bangsa disebabkan KKN yang merajalela selama ini. Masyarakat Jakarta sudah lebih banyak menggunakan logika berpikir daripada emosional. Masyarakat Jakarta sangat heterogen, sudah sulit diajak demo, kalau kepentingannya tidak ada di situ. Mereka tidak mau dibayar lagi untuk demo. Makanya yang demo lebih banyak diajak dari luar Jakarta.

 

Demo juga bagian konstelasi politik yang sangat tinggi saat ini. Momentum ini dipakai untuk kepentingan politik, artinya,  tidak semata-mata murni masalah agama. Politisi yang belum negarawan bisa saja memanfaatkannya secara apik dan tersembunyi bahkan ada yang terang-terangan. Itu pun tidak perlu ditakuti.

 

Perekat NKRI yaitu Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai dasar tertib hukum penyelenggaraan negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita masih dipegang teguh bangsa ini. Perekat bangsa ini masih kuat,(Djalan Sihombing SH, advokat, tinggal di Jakarta)

Komentar
Berita Terkini