Pesta Bona Taon 2024 Punguan Pomparan Toga Sijabat dan Boruna Sejabodetabek

Administrator Administrator
Pesta Bona Taon 2024 Punguan Pomparan Toga Sijabat dan Boruna Sejabodetabek
Ist|PelitaBatak
Pesta Bona Taon 2024 Punguan Pomparan Toga Sijabat dan Boruna Sejabodetabek

Jakarta (Pelita Batak):

“LESTARIKAN DAN AMALKAN DALIHAN NA TOLU”, demikian kata sambutan Maydin R.H. Gusar Sijabat, S.E., M.M.

Bona Taon atau yang secara harfiah berarti pangkal tahun adalah acara yang dilakukan sebagai bentuk penyambutan tahun baru dalam tradisi Batak.

Meskipun terdapat kesamaan dengan tradisi Mangase Taon yang digelar di akhir tahun, Bona Taon memiliki ciri khas tersendiri yang tak kalah meriah.

Juga di acara Pesta Bona Taon ” PARTANGIANGAN PUNGUAN POMPARAN TOGA SIJABAT & BORUNA SE-JABODETABEK”, tanggal 14 April 2024 di Gedung Pertemuan Graha Delima, Kota Bekasi yang dihadiri lebih dari 1.300 orang.

Hanya yang membedakan dari yang lain, acara ini juga merupakan pelantikan Maydin R.H. Gusar Sijabat, S.E., M.M., menjadi Ketua Umum TOGA SIJABAT SE-JABODETABEK periode tahun 2024-2028, yang merupakan pertama kalinya Raja Gusar Sijabat dipercayakan sebagai Ketua umum.

Dalam sambutannya, Maydin yang juga Komisioner Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) dan Koranjokowi.com mengatakan melalui seluler (17/4) lalu. Sejatinya kita semua melestarikan prinsip-prinsip dasar Dalihan Na Tolu. Saling hormat-menghormati dalam keluarga, masyarakat dan bernegara.

Juga melestarikan falsafah hidup dalam tatanan kekerabatan antara sesama yang bersaudara, paranak dengan hulahula dan boru. Perlu keseimbangan yang absolut dalam tatanan hidup antara tiga unsur. Untuk menjaga keseimbangan tersebut kita harus menyadari bahwa semua orang akan pernah menjadi hula-hula, pernah menjadi boru, dan pernah menjadi dongan tubu.

Siap menerima dan menghadapi tantangan-tantangan baru dalam kehidupan Toga Sijabat dengan perilaku-perilaku baik dan membahagiakan orang lain.

“Tanggung-jawab selaku Ketua Umum pastinya besar, bagaimana?”

“Semua pastinya akan menjadi ringan disaat dikerjakan secara kolektif/bersama-sama. Suka duka, tiada sekat apapun dalam membangun kekerabatan adat yang telah dilakukan para pendahulu dan leluhur. Saya akan menjaga semuanya dengan baik”, jawab bang May, panggilan akrab saya.

“Sederhana saja lakukan dan praktekkan sebagaimana inti ajaran Dalihan Na Tolu, ajaran saling menghormati (masipasangapon) dengan dukungan kaidah moral: saling menghargai dan menolong. Karena, Dalihan Na Tolu merupakan satu media ampuh yang memuat asas hukum yang objektif”

Bang Maydin juga mengatakan bahwa Toga Sijabat ada 2 (dua) OMPUNG :

I. OPUNG PANSUR NABOLON ;

1. Raja Gusar

2. Raja Panjabat

3. Raja Boltok

4. Raja Datu Tala

II. OMPUNG HOMBAN NABOLON ;

1. Raja Tuan Diangkat

2. Raja Holbung

3. Raja Manungkuhuk.

“Leluhur kita itulah yang mewariskan sekaligus memerintahkan agar ajaran Dalihan Na Tolu diamalkan, dicontohkan dan disebarkan ke lintas generasi melalui POMPARAN TOGA SIJABAT & BORUNA SE-JABODETABEK ini.

Jika saja di anggota kami ini didominasi usia muda, maka bagaimana memperkenalkan dan melestarikan ajaran atau falsafah Dalihan Na Tolu pada kalangan generasi muda, apalagi mereka demikian akrab dengan teknologi dan media sosial.

Dengan narasi, informasi, foto atau apapun mereka lebih agresif dalam bekerja yang sekaligus merupakan tantangan kami. Sederhananya seperti itu ya kira-kira”, tutup bang Maydin.(*)

Komentar
Berita Terkini