BBM Langka di Medan, Pertamina Tambah 15 Mobil Tangki; DPRD Desak Penjelasan Terbuka

Administrator Administrator
BBM Langka di Medan, Pertamina Tambah 15 Mobil Tangki; DPRD Desak Penjelasan Terbuka
Ist | Pelita Batak

Medan (Pelita Batak):

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan antrean panjang di banyak SPBU. Tidak hanya BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar, sejumlah SPBU juga dilaporkan kehabisan stok Pertamax.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan habisnya stok BBM, melainkan adanya penyesuaian operasional armada distribusi dari Fuel Terminal Medan Group. Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina menambah armada dan personel distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pihaknya terus melakukan monitoring terhadap stok di Fuel Terminal maupun SPBU.

"Dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi. Untuk memastikan penyaluran tetap berjalan optimal, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki bantuan," kata Fahrougi dalam keterangan resminya.

Selain penambahan armada, Pertamina juga mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) tambahan guna mempercepat pengiriman BBM dari Fuel Terminal Medan ke SPBU di berbagai daerah.

Menurut Fahrougi, optimalisasi distribusi juga dilakukan karena konsumsi BBM meningkat selama masa libur sekolah. Pertamina mengaku terus memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan dan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi kembali normal.

Sementara itu, kondisi kelangkaan BBM mendapat sorotan dari DPRD Kota Medan. Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, meminta Pemerintah Kota Medan tidak tinggal diam dan segera berkoordinasi dengan Pertamina.

"Saat ini kelangkaan BBM di Medan tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi, tetapi juga Pertamax 92 mulai sulit didapat. Kondisi ini sudah sangat menyusahkan dan merugikan masyarakat," ujar Robi.

Ia meminta Pertamina memberikan penjelasan yang transparan mengenai penyebab gangguan distribusi agar masyarakat tidak terus berspekulasi.

Di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di berbagai SPBU. Sejumlah SPBU bahkan memasang pemberitahuan bahwa stok Pertalite, Bio Solar, Pertamax, hingga Pertamina Dex masih dalam perjalanan sehingga pelayanan sempat terhenti. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku usaha hingga transportasi umum.

Hingga kini Pertamina menegaskan stok BBM secara umum masih tersedia dan terus berupaya mempercepat distribusi melalui penambahan armada, personel, serta pemantauan intensif di seluruh Fuel Terminal dan SPBU di Sumatera Utara. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar proses normalisasi distribusi dapat berlangsung lebih cepat.(int)

Komentar
Berita Terkini