Seorang Warga Sidimpuan Probable Covid 19 Meninggal Dunia

Administrator Administrator
Seorang Warga Sidimpuan Probable Covid 19 Meninggal Dunia
Ist|pelitabatak

Padangsidimpuan  (Pelita Batak) :

Seorang warga Padangsidimpuan berusia sekitar 54 tahun meninggal dunia setelah terkonfirmasi probable Covid 19 pada Rabu 12 Mei 2021 sekitar pukul 00.00 Wib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

Jenazah almarhum ditangani sesuai Protokol Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan rencananya akan dibawa ke Kota Padangsidimpuan untuk dimakamkan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Tapsel Sofyan Adil Siregar mengatakan, pada Selasa (11/5) sekira pukul 17:00 Wib pasien tiba di RSUD Sipirok.

Dari data rujukan, ternyata sebelumnya pasien dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Meta Medicca Padangsidimpuan yang berdasarkan diagnosis klinis, hasil swab antigen menyatakan pasien positif Covid-19.

Kemudian foto thorax menunjukkan ada peradangan paru-paru atau pneumonia sesuai ciri-ciri pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Swab antigen hasilnya positif, foto thorax menunjukkan pneumonia. Namun kita belum nyatakan positif Covid-19 karena belum dilakukan swab PCR," ujar Sofyan.

Dalam kasus seperti ini, sebutnya, pasien dikategorikan Probable Covid-19. Karena itulah jenazah almarhum ditangani sesuai dengan Protokol Covid-19.

Atas kejadian ini, pihaknya menghubungi Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Padangsidimpuan Arpan Siregar. Karena almarhum bertempat tinggal di Padangsidimpuan dan akan dibawa ke kota ini.

"Belum diberangkatkan ke Sidimpuan karena masih menunggu keluarga dari Medan. Satgas Penanganan Covid-19 Sidimpuan juga meminta agar diantar setelah pagi," ungkap nya.

Sementara, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Padangsidimpuan Arpan Siregar mengatakan, pihaknya menerima kabar bahwa ada seorang warga kota Sidimpuan  yang meninggal di RSUD Sipirok.

"Sudah ditangani Satgas Tapsel sesuai Protokol Covid-19 di RSUD Sipirok. Kita dikabari karena pasien warga Sidimpuan. Langkah yang biasa kita lakukan terhadap pasein probable atau supek atau positif yang meninggal adalah langsung dimakamkan sesuai Protokol Covid 19," jelasnya.

Langkah berikutnya adalah melakukan tracking terhadap kontak erat pasien. Hal ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. "Virus ini nyata adanya, sudah 19 yang meninggal di Padangsidimpuan. Ayo terapkan Protokol Kesehatan," pungkas Arpan.(STR)

Komentar
Berita Terkini