Penyandang Cacat dari Humbahas Diberangkatkan ke Siantar

Administrator Administrator
Penyandang Cacat dari Humbahas Diberangkatkan ke Siantar
Abed Ritonga
Pemberangkatan penyandang disabilitas

Doloksanggul(Pelita Batak): Sebanyak sembilan orang penyandang cacat tulang dari Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diberangkatkan untuk menjalani operasi di Rumah Sakit Harapan Jaya, Pematang Siantar. Pemberangkatan penyandanng cacat itu dipusatkan dari rumah singgah pelayanan penyandang cacat, Desa Sihite, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, Minggu 18 Februari 2018.


Pemberangkatan penyandang cacat itu, dihadiri Ketua TP PKK Humbahas diwakili Ny Rommel Silaban, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi dinas Sosial, Serinaya Tinambunan


Pemkab Humbahas melalui TP PKK mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa memfasilitasi armada untuk pemberangkatan kaum penyandang disabilitas ke yayasan rumah sakit harapan jaya. "Mudah-mudahan dengan operasi ini menjadi perpanjangan Tuhan untuk beroleh kesembuhan. Para keluarga dan penyandang cacat harus tetap tegar dangan iman yang teguh. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," tukas Ny Rommel.


Ketua Pusat Informasi Pelayanan dan Rumah Singgah Penyandang Cacat (PIP-RSPC) Humbahas, Lasmawati Sihite didampingi sekretaris St Hotman Hutagalung serta relawan Sulastri Manullang kepada wartawan, mengatakan penyandang cacat tulang yang diberangkatkan menjalani operasi  Yayasan Rumah Sakit Harapan Jaya-Siantar, seyogiyanya  sebanyak sepuluh orang. Namun karena satu orang kondisi kurang fit sehingga yang diberangkatkan sebanyak sembilan orang.


Dia mengatakan, kesembilan penyandang cacat tadi merupakan warga Humbahas dari beberapa kecamatan di daerah itu. Penyandang cacat tersebut merupakan gabungan mulai dari anak-anak hingga dewasa.


Katanya lagi, bahwa penyandang cacat tulang yang diberangkatkan tadi merupakan sebagian kecil dari penyandang cacat di Humbahas. "Secara umum jumlah penyandang disabilitas yang kita data di Humbahas sekitar 300 orang lebih. Namun sebahagian sudah mulai berkurang dari tahun ke tahun, sebab penyandang disabilitas tadi sudah beroleh kesembuhan bahkan sudah di mandirikan. Melalui operasi tulang di Yayasan Rumah Sakit Harapan Jaya-Siantar, beroleh kesembuhan," tukasnya.


Ditanya dana untuk operasi tulang itu, Lasmawati menjawab bahwa pihak Yayasan tidak memberikan pelayanan gratis namun setidaknya ada partisipasi dari pihak keluarga. "Pihak tidak mematok biaya untuk operasi namun harus ada partisipasi keluarga dari penyandang cacat," ungkapnya.


Martin Lumban Gaol (18), warga Pollung, penyandang disabilitas  kepada wartawan mengaku optimis bebas dari cacat tulang. "Karena penyakit ini, saya terhalang untuk mengenyam pendidikan formal. Saya hanya sempat TK selama satu tahun. Dengan operasi ini, saya berharap beroleh kesembuhan. Sebab saya ingin bekerja secara normal sebagaimana saudara-saudara," katanya optimis.(Abed Ritonga)

Komentar
Berita Terkini