Penggunaan Alokasi Dana Desa 2017 Rp 700 Juta di Desa Sitanggor Muara Diduga Bermasalah

Administrator Administrator
Penggunaan Alokasi Dana Desa 2017 Rp 700 Juta di Desa Sitanggor Muara Diduga Bermasalah
Freddy Hutasoit
Bangunan diduga bermasalah

Taput(Pelita Batak): Penggunaan alokasi Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) TA 2017 di Desa Sitanggor, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam hal kegiatan fisik seperti pembangunan sarana prasarana seperti gedung PAUD, kamar mandi dan rabat beton diduga bermasalah

Pantauan, baru-baru ini terlihat di sekitar pembangunan rabat beton yang baru selesai dikerjakan sudah rusak. Pembangunan rabat beton ditegarai asal jadi. Soalnya jalan yang baru selesai dikerjakan sudah terkelupas dan bergelombang. Kemudian, para pengendara yang melintasi ruas jalan itu pun harus ekstara hati-hati untuk menghindari jalan

Kepala Desa Sitanggor, Sangkar Rajagukguk ketika dihubungi melalui selulernya tidak ada tanggapan, dijumpai ke Desanya tidak berhasil ditemui. Ditanya Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Agus Rajagukguk terkesan tidak mau tahu pembangunan di desa tersebut. "Saya tidak mau tahu lagi dan tidak tanggungjawab lagi persoalan yang terjadi di desa kami ini, biarlah Kepala Desa yang menanggungjawapinya," katanya.

Kemudian ketika ditanya, sesuai Surat Keputusan (SK) apakah diperbolehkan TPK tiba-tiba lepas tanggungjawab kegiatan desa, Agus mengaku pihaknya lepas tanggungjawab kegiatan mulai TA 2017 dan pada TA 2016 pihaknya masih menanggungjawapi kegiatan desa.

"Jadi segala apa yang terjadi, persoalan apapun untuk pembangunan desa TA 2017 lalu saya lepas tanggungjawab," ujarnya tanpa memberikan keterangan kenapa TPK lepas tanggungjawab.

Sementara itu Camat Muara Richand Panggabean Situmorang SSTP ketika diwawancarai di ruang kerjanya didampingi pegawai staf yang membidangi teknik mengaku, bahwa pembangunan Desa Sitanggor dari awal sudah bermasalah. Namun demikian pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan dan mengarahkan agar Kepala Desa dan perangkatnya segera memperbaiki segala kerusakan pembangunan di desa tersebut

Sehubungan dengan itu, akibat pembangunan tersebut kekecewaan disampaikan bermarga Aritonang, dan bermarga Rajagukguk warga setempat. Mereka menilai pembangunan rabat beton dan sarana prasarana berupa gedung kondisinya cukup memprihatinkan.

"Kami merasa prihatin dan kecewa melihat hasil pekerjaan pembangunan tersebut, kami berharap dana desa tersebut harus diaudit dan diinvestigasi oleh pihak kepolisian karena diduga banyak ketimpangan dalam pengerjaannya," keluhnya.(FH)

Komentar
Berita Terkini