Parlindungan Purba Minta Penyaluran Gas 3 Kg di Sibolga dan Tapteng Diseragamkan

Administrator Administrator
Parlindungan Purba Minta Penyaluran Gas 3 Kg di Sibolga dan Tapteng Diseragamkan
tap|pelitabatak
Tampak Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM bersama Wakil Wali Kota Sibolga Edi P Sitanggang berbincang dengan manager operasional pangkalan LPG Sibolga, Syahnan

Sibolga (Pelita Batak):

Proses penyaluran atau pendistribusian kebutuhan gas 3 kg ke Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng diminta diseragamkan. Pasalnya, saat salah satu daerah ini terganggu akan berdampak ke daerah yang satunya.

Demikian ditegaskan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM didampingi Wakil Wali Kota Sinolga Edi P Sitanggang saat meninjau pangkalan gas LPG di Sibolga, Senin (12/3/2018) di Jalan Kenari milik PT. Juwilli Agung Gasindo (JAG). Kota Sibolga setiap harinya mendapat kuota 3,5 LO (1 LO = 560 tabung) per hari. Kuota ini mencukupi kebutuhan di kota ini, namun saat stok di Tapteng kurang, maka akan terjadi lonjakan permintaan ke Kota Sibolga. "Kita tidak bisa berbuat apa-apa mereka juga butuh," ujar Syahnan Manager bagian operasional PT JAG.

Saat ini harga eceran tertinggi Rp 17.500/kg di Sibolga untuk gas 3 kg. Dikatakan Syahnan, selama ini kebutuhan terpenuhi dan warga sudah semakin sadar, bagi yang mampu telah menggunakan gas non subsidi. "Memang masih sebagian, kemarin kita bertemu dengan pedagang gorengan. Mereka mengaku lebih nyaman pakai bright gas," ujarnya.

Pada kesempatan itu Parlindungan mengharapkan agar pertamina memperhatikan kondisi pendistribusian di Sibolga dan Tapteng. Harus bersamaan, sehingga tidak ada yang dirugikan.

"Harus diperhatikan lagi pola distribusinya, jangan sampai di Sibolga ada gas di Tapteng tidak ada, dan sebaliknya," kata Parlindungan.

Kesempatan itu juga, Parlindungan mengajak Pertamina peduli terhadap keselamatan pengguna gas LPG 3Kg. Pasalnya kemasan atau tabung yang ditemukan di Sibolga sudah berkarat dan kurang layak digunakan. 

"Ini bahaya, harus betul-betul aman lah, jangan sampai tabung gas tidak layak beredar lagi di Sibolga dan Sumut," ujarnya.

Dijelaskan Parlindungan, pengecekan ini dilakukan karena adanya laporan masyarakat bahwa di Sibolga ada kelangkaan gas bersubsidi. Namun setelah mendapat penjelasan dari distributor, ternyata kondisi di Sibolga suplay gas sudah sesuai kuota

 Hanya ada persoalan lain jika Tapteng kekosongan gas, akan meningkat permintaan di Sibolga. (TAp)

Komentar
Berita Terkini