OTK Aniaya Penjab Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT)

Administrator Administrator
OTK Aniaya Penjab Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT)
Freddy Hutasoit
Tulus Gok Tua Nababan menunjukkan bukti visum akibat pengeroyokan yang dialaminya

Taput (Pelita Batak) :
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT) berbuntut kericuhan, dimana sekelompok orang tak dikena (OTK) yang diduga terorganisir melakukan pengeroyokan atau penganiayaan terhadap penanggung jawab unjuk rasa Tulus Gok Tua Nababan di depan Gedung Nasional Tarutung. Tulus pun melaporkan tindak kekerasan penganiayaan tersebut ke Polres Tapanuli Utara, Rabu (31/8/2016).

Tulus kepada sejumlah awak media di Mapolres Tapanuli Utara mengatakan, pihaknya secara resmi telah mengirim surat pemberitahuan kepada pihak Polres sebelum melakukan unjuk rasa. Dan surat pemberitahuan telah dilayangkan pada tanggal 24 Agustus 2016 sesuai dengan STTP/14/VIII/2016/Intelkam dan menyatakan pelaksanaan aksi Rabu 31 Agustus 2016.

Aksi yang menuntut dan mendorong agar DPRD Kabuapten Tapanuli Utara membentuk Pansus, seputar tanah yang ada di Desa Partali Julu Kecamatan Tarutung. Juga mendesak pihak Polres menindaklanjuti pengaduan LSM OMCI atas Gratifikasi Fee Proyek. Kemudian pihak Kejaksaan juga menuntaskan kasus tentang Bansos TIK 2014 Serta mendesak agar Kepala Bappeda Indra Simaremare di copot dari jabatannya, sebab telah di tetapkannya sebagai tersangka oleh Poldasu pada kasus judi.

"Akibat maksud dan tujuan yang saya sampaikan pada pihak Kepolisian, sekelompok masyarakat organisasi tiba-tiba datang dan melakukan pengeroyokan terhadap saya tanpa perkataan dan bertanya kepada saya, langsung saja mengeroyok saya," katanya.

Tulus berharap pihak polres Tapanuli Utara segera mengungkap para pelaku pengeroyokan terhadap dirinya. "Kita juga ingin tahu, siapa di balik ini semua," harapnya.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD Sik kepada melalui Kasubbag Humas Polres AIPTU W Barimbing mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan. "Secepatnya akan kita ungkap, kita telah memiliki dokumen siapa-siapa saja pelakunya," katanya.

Juga disampaikan, proses pelaksanaan aksi sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.(FH)

Komentar
Berita Terkini