Ketua Umum PTMBB Indonesia, Sabam Parulian Manalu Minta Kasus Pembunuhan Francisco Manalu Diungkap

Administrator Administrator
Ketua Umum PTMBB Indonesia, Sabam Parulian Manalu Minta Kasus Pembunuhan Francisco Manalu Diungkap
Ist|pelitabatak
Sabam Parulian Manalu SE PHD Ketua Umum PTMBB Indonesia

Medan (Pelita Batak):

Ketua Umum Parsadaan Toga Manalu Boru Bere (PTMBB) Indonesia, Sabam Parulian Manalu, SE, PHD menyampaikan turut berduka atas meninggalnya Francisco Manalu yang diduga diculik dan dibunuh orang tak dikenal. Kepolisian diminta untuk tidak memandang kasus ini sebelah mata, atau mundur untuk menyeledikinya karena diduga adanya keterlibatan oknum anggota TNI.

“Kita mengutuk keras aksi pembunuhan yang sangat menyayat hati seluruh keluarga Manalu ini. Kita minta kepolisian tidak setengah hati menangani kasus ini. Kita sangat prihatin, dimana almarhum memiliki dua anak dan satu istri,” ujar Sabam kepada media di Medan, Rabu (16/6/2021).

Hingga saat ini, rasa duka yang mendalam dirasakan keluarga. Sehingga, pengusutan kasus ini  menurut Sabam harus benar-benar menghukum pelaku setimpal. “Ini kekejian, dengan berupaya menutupi kesalahan pelaku yang telah menganiaya orang lain, justru membunuh orang yang tidak bersalah. Kita sangat sesalkan, jika oknum personil aparat negara bahkan turut diperdaya untuk melakukan pembunuhan ini,” ujar Ketua Dewan Pengawas Inkop TKBM se Indonesia ini.

Untuk itu, atas nama keluarga Manalu, meminta kepada penegak hukum agar melakukan langkah yang tepat dan segera mengungkap pelakunya.

Sebelumnya diberitakan, Sejak 29 Mei 2021, Francisco Manalu (40) warga Kelurahan Munjul Jaya Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta diculik oleh orang tidak dikenal dari tempat kerjanya Steamcuci Mobil Trijaya. Pelaku diduga kuat oleh keluarga adalah oknum yang sebelumnya terlibat dalam kasus pasal 170 KUHP di sekitar lokasi kerja korban tersebut.

Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian penculikan ayah dua orang anak itu ke Polres Purwakarta pada Senin 14 Juni 2021 dengan STPL No : STPL/507/VI/2021/SPKT.

Setelah pengaduan tersebut, Rabu pagi (16/6), dijelaskan ayah korban Jhonisah Pandapotan Manalu, keluarga mendapat informasi dari pihak aparat bahwa korban yang diduga dibunuh dikubur di wilayah Cianjur. “Tadi pagi sekitar pukul 08.00 saya ditelpon, kalau anak saya dikubur oleh pelaku di daerah Cianjur. Mereka meminta persetujuan untuk digali dan dilakukan outopsi. Demi kepentingan hukum, kami mempersilahkan dilakukan sesuai prosedur untuk mengungkap kasus ini,” katanya.(*)

Komentar
Berita Terkini