Kasus OTT Disdik Taput, Timbulkan Tanda Tanya Bagi Warga

Administrator Administrator
Kasus OTT Disdik Taput, Timbulkan Tanda Tanya Bagi Warga
ist|PelitaBatak
Ilustrasi

Medan (Pelita Batak) :

Masyarakat Tapanuli Utara, Provinsi Sumut hingga saat ini masih dirundung tanda tanya. Belum adanya kabar di tengah publik terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, JP.

 

Sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan kasus dugaan suap tersebut, ke pihak kepolisian pada 22 Desember 2016 silam. Alasan KPK pada saat itu adalah karena masih belum mempunyai alat bukti yang cukup kuat.

 

"Ada embrio OTT, tapi karena alat bukti untuk keterlibatan penyelenggara negara belum kuat, kita ajak Bareskrim yang di depan, KPK mendampingi," ujar Agus ketika itu dikutip dari okezone.com.

 

Penanganan kasus ini di koorsubkan ke pihak kepolisian, dan akan ditangani KPK ketika ditemukan alat bukti yang cukup kuat. 

 

Sayangnya, hingga saat ini berjalan tiga bulan, masyarakat belum mendapat informasi tentang perkembangan kasus ini. "Kita sangat berharap, tidak ada upaya untuk mempeti eskan kasus tindak pidana korupsi di Tapanuli Utara," ujar Adol F Rumaijuk anggota Yayasan Kominikasi Indonesia Sumatera Utara di Medan, Senin (20/3/2017).

 

Ia mengatakan, besar harapannya kepada Kapolda dan jajarannya benar-benar mewujudkan Sumatera Utara bersih dari tindak pidana korupsi dan kejahatan terhadap hak publik lainnya.

 

Sebelumnya diketahui, ‎KPK bersama pihak kepolisian melakukan OTT terhadap Jamel Panjaitan, Kadis Pendidikan di Tapanuli Utara. Dalam OTT tersebut, diamankan sejumlah uang dalam dalam pecahan Rupiah, USD dan Yuan.(TAp)

Komentar
Berita Terkini