Menurutnya, maraknya hoax yang berupa ujaran kebencian dan trend di media sosial tersebut merupakan dampak negatif dari kemajuan zaman (era digitalisasi).
"Kita harus mampu mengendalikan teknologi dan jangan teknologi yang menguasai kita sehingga ter salah gunakan apalagi sampai menjurus atau memicu konflik antar suku, agama dan ras.Negara Indonesia dari Sabang - Merauke di kenal dengan ragam ada budayanya dan Negara Indonesia tidak menginginkan adanya perpecahan, Karenanya, mari kita ciptakan susana Indonesia, Sumatera Utara khususnya agar tetap keadaan kondusif seperti yang berjalan selama ini," ujarnya.
Kepada pengguna media sosial Kapolda juga berpesan agar dalam menggunakan media sosial itu ke hal-hal yang positif. Jangan mudah terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax) dan tetap waspada timbulnya berbagai gerakan separatis yang dapat memecah belah bangsa.
Sementara Kapolres Tapsel AKBP Mohammad Iqbal S.Ik, mengatakan kehadiran Kapolda tersebut juga semakin meningkatkan spirit baru bagi seluruh personil Polres Tapanuli Selatan.
"Selain siap menjalankan program Polda Sumut, kepolisian resor Tapanuli Selatan juga tetap siap siaga dalam mengayomi masyarakat di wilayah hukum Polres Tapsel yang juga meliputi wilayah Kab. Paluta dan Kab.Palas,"ujarnya.(Saut Togi Ritonga)