Juliski Simorangkir Reses di Siatas Barita Taput

Administrator Administrator
Juliski Simorangkir Reses di Siatas Barita Taput
Jeje Tobing
Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir reses di Siatas Barita

Laporan Jeje Tobing


Anggota DPRD Sumut, dari Komisi E Juliski Simorangkir, pada Rabu 08 Maret 2018 yang lalu telah melakukan Reses di Tapanuli Utara dan kali ini dilaksanakan di Kecamatan Siatas Barita Tarutung.


Mengawali pertemuan dan tatap muka itu, anggota DPRD Taput Pitua Simorangkir (Anggota DPRD Taput) bertindak sebagai moderator dalam sambutannya menjelaskan bahwa pertemuan dan tatap muka itu  terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah acara laporan pertanggungjawaban dana Bansos dan dirangkai dengan agenda Reses Dapil Sumut XI.


"Kita patut berterimakasih bahwa tahun 2017 yang lalu sudah ada 18 Unit Gereja di Tapanuli Utara yang telah menerima Bansos yang bersumber dari Dana Aspirasi kami sebagai Anggota Dewan di Sumut,"  kata Juliski mengawali paparannya.


"Kami terus memperjuangkan bantuan kepada masyarakat Taput, namun untuk anggaran thn 2017, yang 18 gereja itulah yang dapat kami perjuangkan dan semua ini boleh terwujud tidak terlepas dari jerih payah staff di DPRD Sumut, seperti adek saya Jubel Togatorop dan Lena Pasaribu," lanjut Juliski menjelaskan.


Lebih jauh Juliski menegaskan bahwa saat ini pemerintah sudah mulai berubah, demikian juga dengan para anggota Dewan dan berharap agar masyarakat penerima bantuan juga dapat berubah dengan cara menggunakan Bansos tersebut dengan tepat sasaran dan sebaik-baiknya.


Juliski berharap kepada pihak Gereja seperti para Pendeta agar turut mensosialisasikan, membimbing dan mengedukasi para jemaatnya untuk mempersiapkan kepengurusan dan administrasi para Kelompok Tani, Proposal dan hal-hal yang diperlukan sebagai syarat untuk menerima bantuan.


"Bapak sekalianlah yang lebih sering bertemu dengan para warga, jadi kami berharap para bapak pendeta dapat memberikan dorongan dan bimbingan untuk mempersiapkan persyaratan administrasi," ujarnya.


Menurut Juliski bahwa dua tahun sebelum sebelum tahun 2017, Bansos untuk Sumatera Utara tidak tersalurkan berhubung anggaran untuk itu dialihkan untuk melunasi utang provinsi dan bahkan diduga telah digunakan secara fiktif sehingga ada pihak yang dijadikan tersangka.


"Saya mau tegaskan bahwa bantuan kepada 18 unit Gereja di Taput itu adalah bantuan yang bersumber dari Dana Propinsi melalui usaha kami sebagai Anggota Dewan. Jadi jangan ada klaim bahwa bantuan hibah itu dari Kabupaten, " tegas Juliski menutup penjelasannya.(*)

Komentar
Berita Terkini