Medan (Pelita Batak) :
Konferensi Daerah (Konferda) DPD PIKI Sumut berhasil memilih Formateur, John Eron Lumbangaol sebagai ketuanya dan diberi wewenang untuk menyusun pengurus DPD PIKI Sumut 2016-2021. Konferda ini juga berhasil merumuskan berbagai agenda penting sebagai sebuah keputusan yang diharapkan nantinya membawa DPD PIKI sebagai organisasi atau wadah kaum intelektual Kristen untuk mampu memberikan masukan, sumbangan pemikiran dan mitra strategis yang kritis bagi bangsa ini.
Konferda mengambil tema "Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa" ini dilaksanakan di Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) Medan, Sabtu (22/10/2016). Drs Burhanuddin Rajagukguk sebagai Ketua Panitia Konferda didampingi Sekretaris Konferda Jadi Pane dalam sambutannya mengatakan, ada tiga acara pokok dalam Konferda itu yaitu, laporan pertanggung-jawaban DPD PIKI Sumut 2005-2016, evaluasi program masa bakti yang lalu dan penyusunan program kerja 2016-2021.
Dalam sambutannya Ketua DPD PIKI Sumut yang lama Nelson Parapat mengatakan, PIKI harus mampu meninggikan derajat bangsa, karena itulah panggilan sesungguhnya sebagai pembawa garam dan terang bagi bangsa Indonesia yang berdasarkan Ideologi Pancasila dan UUD NKRI 1945. Kata Nelson, ada beberpa hal yang jadi sorotan yakni pembangunan Danau Toba melalui Badan Otorita Danau Toba (BODT) harus didukung untuk melestarikan lingkungan hidup (ekologi), mennjaga nilai-nilai budaya dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata.
Kemudian, realisasi Provinsi Tapanuli (Protap) sudah seharusnya dilakukan dengan tujuan percepatan pembangunan dalam bingkai NKRI. Masalah penutupan berbagai gereja dan izin gereja di berbagai daerah harusnya tidak terjadi kalau pemerintah tegas terhadap kelompok intoleran. Kemudian masalah Narkoba sebagai musuh bersama harus diberantas sampai ke akar-akarnya karena ini sangat merusak generasi bangsa Indonesia.
Terakhir, percepatan pembangunan Provinsi Sumatera Utara perlu didukung tata kelola yang bersih, transparan dan menunjukkan ciri khas "Good governance" dengan fokus pada kebutuhan rakyat.
Pembangunan Sumut saat ini bisa dibilang stagnan karena tata kelola yang berlum terarah dengan baik. Akselerasi pembangunan harus dilakukan sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dari semua aspek.
Turut memberikan kata sambutan masing-masing Sekjen DPP PIKI Pusat Audy WMR Wuisang STh MSi dan Wakil Ketua Umum DPP PIKI Pusat Dr Badikenita Putri Sitepu SE MSi. Mereka sangat mengharapkan DPD PIKI Sumut bisa melakukan perubahan yang lebih baik dan mematangkan peran dan fungsi organisasi yang selama ini tidak ada dilakukan.
Konferda DPD PIKI Sumut ini dihadiri berbagai DPC PIKI Kabupaten/Kota juga para tokoh masyarakat seperti Dr Edward Simanjuntak MSi, Lundu Panjaitan SH MA, Dr Januari Siregar SH MHum, Ir Ronald Naibaho MSi, Jarusdin Saragih, Jhony Naibaho, Ketua PIKI Taput Ir Ottonier Simanjuntak, Ketua PIKI Dairi Delphi Ujung, Ketua PIKI Karo Gemar Tarigan,Anggota KPID Sumut Ramses Manullang SE MSi dan berbagai udangan lainnya.
Dalam Konferda tersebut, hampir seluruh DPC diklaim mencalonkan Jhon Eron Lumbangaol SE sebagai calon ketua kecuali DPC Simalungun yang mendukung Ir Ottonier Simanjuntak.
Sesuai Tatib yang telah dibuat panitia, calon ketua harus didukung minimal 2 DPC, maka Jhon Eron dinyatakan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD PIKI Sumut periode 2016-2021.
Setelah terpilih, mantan anggota DPRD Sumut itu mengatakan, PIKI adalah Rumah Besar Intelegensia Kristen. Sebenarnya, PIKI kata mantan politisi PDIP itu adalah sangat strategis fungsi dan perannya untuk memberdayakan manusia-manusia yang intelektual. Program PIKI tidak muluk-muluk tapi tepat sasaran dan praktis.
"Outputnya adalah bagaimana kita mensinergikan pemerintah dengan masyarakat. Kitalah sebagai mediatornya. Jadi, untuk menggodok pemimpin di sinilah perannya. Misalnya, pemimpin gereia dan pemimpin pemerintah, kriteria apa yang perlu kita tawarkan untuk menggodok dia sebagai pemimpin," ucapnya. (TAp/SIB)