Kejari Langkat Geledah Kantor Dinas Pendidikan Langkat

Jaksa Sita 90 Item Dokumen Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan DAK Tahun 2015 Kabupaten Langkat

admin admin
Jaksa Sita  90 Item Dokumen  Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan DAK Tahun 2015 Kabupaten Langkat
Ist
Tim Penyidik Kejari Langkat usai menggeledah membawa satu koper berisi sejulah dokumen berkas dugaan korupsi pengadaan DAK 2015 dari ruang Kasubag Keuangan Dinas Pendidikan Langkat di Komplek Pemkab Langkat di Stabat, Senin 27 Juni 2016.

Langkat (Pelita Batak): Kejaksaan Negeri Langkat menggeledah Kantor  Dinas Pendidikan dan Pengajaran  Kabupaten Langkat  di Komplek Pemkab Langkat di Stabat, Senin 27 Juni 2016. Selama hampir 4 jam , penyidik Tindak Pidana Khusus  dipimpin Ilhamd Wahyudi yang juga Kasi Pidum Kejari Langkat itu berhasil menyita satu koper berisi sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi pengadaan fisik Dana Alokasi Khusus  (DAK)  Tahun 2015.

Dua ruangan  yang digeledah  yakni ruang Kepala Bidang  Bina Program Yuni Rispandi  dan ruang Kasubag Keuangan Agustiar Zailani. Usai pengeledahan, Kejari Langkat mengadakan temu pers. Dalam pemaparan tersebut, penyidik sengaja melakukan penggeledahan tertutup ,sehingga memperoleh data sesuai yang diharapkan. Demikian halnya nama tersangka, terkait penyidikan belum dapat diumumkan, karena masih dalam penyidikan umum.

"Penyidik  menggeledah karena membutuhkan dokumen  dokumen yang dapat membantu  proses penyidikan terkait kegiatan pengadaan,DAK 2015  karena saat pemeriksaan kemarin, ada dokumen tidak disertakan," kata Kasi Intel kejari Langkat Erik Yudistira. Dia mengaku, dalam proses penyidikan umum, pihak penyidik sesuai hasil penyidikan dari dokumen yang diperoleh tersebut berjumlah sedikitnya 90  Item itu akan diklarifiksi  lanjut dengan mememeriksa sejumlah keterangan saksi yang  dibutuhkan nantinya .

Tentang anggaran dana  pengadaan DAK 2015, Erik Yudistira mengaku, hingga kini belum dapat  diketahui karena hal itu menyangkut ranah hasil penyidikan. Namun yang jelas akan diklarifikasi terkait mekanisme dan prosedural adminisutrasi pengadaan   serta temuan lain dilapagan, termasuk informasi adanya pengadaan fisik swakelola SD, SMP yan selama ini ada disebut sebut ditangani oleh rekanan.

"Sampai saat ini belum ada kita minta berapa nilai hasil kerugian negera, karena hal itu akan dikordinasikan kejari langkat dengan Tim Auditor BPKP nantinya,” sebut Erik Yudistira menjawab wartawan terkait  berapa nilai kerugian negaa awal dari penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan DAK 2015 tersebut.(R5)

Komentar
Berita Terkini