Edy Rahmayadi Punya Hak Prerogatif Tentukan Pilihan Karirnya

Administrator Administrator
Edy Rahmayadi Punya Hak Prerogatif Tentukan Pilihan Karirnya
ist|Pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Pengamat Politik, Fakhruddin menilai penganuliran mutasi Letjend TNI Edy Rahmayadi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjanjanto sarat dengan politik kepentingan penguasa.

 

"Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bukan tidak mengetahui bahwa Edy Rahmayadi akan maju dalam Pilgubsu 2018 dan seperti dimuat dalam media nasional maupun lokal, Edy Rahmayadi, telah mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Panglima TNI sebelumnya dan juga kepada Presiden RI Joko Widodo," ungkap Ucok Kocu panggilan akrab Fakhruddin, Kamis (21/12/2017).

Meskipun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto belum menyetujui pengunduran diri Edy Rahmayadi, tapi justru malam mempertahankannya sebagai Pangkostrad.

"Edy Rahmayadi punya hak prerogatif untuk menentukan pilihan karirnya. Dia punya keinginan yang kuat untuk membangun Sumatera Utara, karena itu kita berharap jangan dihalang-halangi," kata Ucok Kocu yang juga Ketua Pembina Pengurus Besar Aliansi Media Cyber Indonesia (PB AMCI) ini.

Dikemukakan Fakhruddin yang juga pernah menjadi Staf Pengawas Pemilu 2014 ini, situasi yang sama pernah terjadi ketika Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mengundurkan diri dari TNI untuk maju di Pilgub DKI dan disetujui oleh Panglima TNI.

Sekedar diketahui, keinginan Edy Rahmayadi untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumut pada Pilkada Serentak Tahun 2018, bukanlah atas keinginan diri sendiri, tapi melainkan panggilan hati masyarakat Sumut untuk menjadikan Provinsi ini menjadi lebih baik dan bermartabat.

"Padahal peluang menduduki jabatan KSAD menanti di depan mata, tapi kenapa sosok Edy Rahmayadi lebih memilih memimpin daerah? karena Edy Rahmayadi ingin membuat Sumut lebih aman dan bermartabat," tegas Ucok Kocu.

Ucok Kocu yang juga merupakan wartawan senior mengatakan bahwa melihat kondisi Sumut saat ini, Provinsi ini membutuhkan putra terbaiknya untuk menata kembali Sumut yang porak-poranda selama dua periode kepemimpinan sebelumnya akibat tersandung kasus korupsi. "Saya berharap agar pemerintah pusat tidak mencampur-adukan kepentingan politik dengan kepentingan pribadi. Figur Edy Rahmayadi ini sudah bulat tekadnya untuk membangun kampung halamannya, maka jangan dihalang-halangi," pungkasnya. (TAp)

Komentar
Berita Terkini