Dipertanyakan Penggunaan Dana Dekranasda Tapanuli Utara

Administrator Administrator
Dipertanyakan Penggunaan Dana Dekranasda Tapanuli Utara
Ist
Dekranasda

Tarutung(Pelita Batak): Dekranasda seharusnya merupakan organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).

 

Kerajinan sebagai suatu perwujudan perpaduan ketrampilan untuk menciptakan suatu karya dan nilai keindahan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kebudayaan. Tumbuh kembang maupun laju dan merananya kerajinan sebagai warisan yang turun temurun tergantung dari beberapa faktor berpengaruh adalah transformasi masyarakat yang disebabkan oleh teknologi yang semakin modern, minat dan penghargaan masyarakat terhadap barang kerajinan dan tetap mumpuninya para perajin itu sendiri, baik dalam menjaga mutu dan kreativitas maupun dalam penyediaan produk kerajinan secara berkelanjutan.

 

"Namun hal demikian apa yang terjadi di Tapanuli Utara,siapakah perajin yang sudah dapat meningkat,dan berapa anggaran Dekranasda yang telah habis hanya untuk kerajinan,dan apakah sudah sesuai pendapatan hasil kerajinan dari dana atau anggaran yang sudah dihabiskan?" gugat Agus Simanjuntak, mantan anggota DPRD Taput kepada Pelita Batak di Tarutung,Senin 7 November 2016.

 

Menurutnya, harus ada keseimbangan setiap anggaran yang dikeluarkan. "Jangan habisnya anggaran hanya untuk jalan-jalan keluar negeri, namun hasilnya untuk Kabupaten Tapanuli Utara tidak ada, dan itu namanya hanya menghambur-hamburkan uang," ujar Agus.

 

Pada Festival Danau Toba pada September 2016, Dekranasda dilibatkan di acara, dan bahkan dananya lebih besar daripada Dinas Pariwisata. Anggaran Dekranasda ditampung Rp 800 juta, dan untuk Dinas Pariwisata hanya Rp 500 juta pada APBD Murni 2016 dan 130 juta pada P-APBD 2016.

 

"Kita sangat mengharapkan penegak hukum agar mengusutnya. Besarnya anggaran yang telah dihabiskan Dekranasda mulai 2015-2016 ini,dan bahkan baru -baru ini Dekranasda ke luar negeri dan bahkan waktu dekat ini, kabarnya akan bepergian lagi ke luar negeri yakni Pdrancis,"ungkap Agus.

 

Jumaida Purba, mantan perajin busana kepada Pelita Batak menyebutkan Indonesia memiliki cukup banyak potensi pariwisata. Hal itu ternyata memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Tersebarnya beberapa tempat obyek wisata di Indonesia, tidak hanya meningkatkan perekonomian nasional namun juga turut menghidupkan industri kerajinan di sekitarnya.

 

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang tertarik membeli aneka macam sovenir dan kerajinan untuk dijadikan sebagai buah tangan. Kebiasaan inilah yang kemudian membuat produk kerajinan di tanah air mulai mendapatkan banyak permintaan sehingga industri kreatif tersebut kian berkembang dengan pesat dan prospek pasarnya semakin hari semakin terbuka lebar.(FH)

Komentar
Berita Terkini