"Kita memiliki tugas membangun peradaban Indonesia. Masa depan kita adalah masa depan Indonesia. Kita harus menjalani masa kini dengan penuh tanggungjawab, agar di masa depan, kita dapat mencapai Indonesia yang kita cita-citakan. Bukan Indonesia yang para koruptor cita-citakan, bukan Indonesia yang para kelompok radikal cita-citakan. Bukan Indonesia yang para mafia dan korporasi busuk cita-citakan. Bukan Indonesia yang negara adidaya seperti Amerika Serikat atau Tiongkok cita-citakan. Tapi Indonesia yang kita, semua rakyat Indonesia, cita-citakan dan perjuangkan. Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila," ujar Sahat.
Dalam kegiatan ini hadir ratusan peserta, antara lain para pengurus GMKI dari berbagai cabang di Indonesia, Kelompok Cipayung (HMI, PMII, GMNI, dll), Ketua MUI Yogyakarta, Rektor UKDW, dan tokoh agama dan masyarakat lainnya. Pada Seminar Nasional bertemakan Demokrasi dan Pancasila, hadir beberapa pembicara, Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri, Prabawa Eka Soesanto, Firman Jaya Daeli, Ahmad Munjid (Dosen UGM / aktivis NU), dan Subkhi Ridho yang merupakan aktivis Muhammadiyah dari UMY.(R2)