•Perusahaan-perusahaan harus belajar bagaimana menggabungkan teknologi dengan sumber daya manusia: Teknologi sudah menjadi fokus utama dari strategi DX sejak lama. Akan tetapi, sebagaimana ditekankan penelitian tersebut, manusia juga memiliki peran besar di dalam wilayah APAC. Teknologi dilihat sebagai satu dari tiga tantangan utama (26%) dan kontributor utama transformasi digital (54%) yang berhasil di wilayah Asia Pasifik. Hampir separuh (42%) dari responden merasa eksekutif tingkat atas merupakan kontributor teratas nomor dua dari kesuksesan DX (dibandingkan hanya 29% secara global). Demikian pula, ‘kekurangan bakat’ dinilai menjadi tantangan utama dalam implementasi DX oleh beberapa responden APAC (29%). Perusahaan-perusahaan yang ingin sukses harus mengerti peran dari bakat dan kemampuan dalam bidang baru ini dan harus memastikan bahwa mereka memiliki orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
Penemuan-penemuan tersebut juga mengacu pada peningkatan kesadaran mengenai cloud dan internet of things (IoT) pada wilayah tersebut. Ketika ditanya mengenai fokus teknologi untuk transformasi digital, 64% dari responden di APAC memilih cloud sebagai prioritas (sama seperti rata-rata global), sedangkan 41% memilih IoT, yang jumlahnya 10% lebih besar daripada rata-rata global, sehingga IoT menjadi fokus terpenting nomor dua bagi para responden APAC. Lebih daripada itu, ketika ditanya mengenai prioritas-prioritas investasi yang utama, 45% dari para responden APAC memilih teknologi IoT, dibandingkan rata-rata global sebesar 38%.(R2)