Banjir di Angkola Selatan, Jalan Hotmix Baru Dikerjakan Tergerus Air

Administrator Administrator
Banjir di Angkola Selatan, Jalan Hotmix Baru Dikerjakan Tergerus Air
Saut Togi Ritonga
Jalan hotmix tergerus air

Tapsel (Pelita Batak) : Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan banjir di daerah lingkungan Rotcitan dan sekitarnya serta membuat beberapa sungai dan aliran air pun meluap hingga badan jalan penghubung dua lingkungan di Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan tergerus air.

Informasinya yang diperoleh menyebutkan bahwa jalan yang menghubungkan antar Lingkungan Siondop Somel dengan Lingkungan Sironcitan ini baru saja selesai di hotmix dengan sumber dana yang masih simpangsiur antara dana APBD dengan CSR PT ANJ.

Kepada wartawan Rabu 20 Desember 2017 malam, Camat Angkola Selatan Zamhir ketika dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Memang kondisi jalan yang putus akibat hujan deras dan menyebabkan banjir pada Selasa 19 Desember 2017 sore sekira pukul 17:15 Wib. Jalan putus akibat banjir dan merusak bagian jalan lebih kurang sepanjang enam meter. Ironisnya jalan tersebut baru saja dihotmix dan diplat beton, Kondisi jalan memang baru dihotmix dan ada plat beton, namun hancur diterjang banjir," ujarnya.

Zamhir juga menjelaskan mengakibatkan kondisi arus transportasi yang menghubungkan antar lingkungan Siondop Somel dan Sironcitan putus total, warga dengan cara bergotong Royong terpaksa membuat jalan Seadanya agar akses jalan tersebut bisa dilalui.

Camat juga mengatakan sudah menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak Pemkab Tapsel, dan berharap ada upaya serius untuk menanganinya.

"Betul, sudah kita sampaikan dalam bentuk laporan ke Pemkab dan berharap ada upaya serius.Tujuannya agar transportasi warga kembali normal," ucapnya.

Pantauan wartawan di lokasi peristiwa sejumlah warga sekitar pun memanfaatkan kejadian ini. dengan membuat jembatan darurat para warga dan pengendara roda dua yang hendak melintas di jembatan darurat.

Warga terpaksa harus mengeluarkan uang sebesar 5 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah untuk bisa menggunakan jembatan darurat yang dibuat oleh warga sekitar.

Domu salah satu pengendara yang melintas berharap untuk kelancaran transportasi di desa tersebut agar pemerintah daerah tapanuli selatan tanggap dan segera memperbaiki jembatan penghubung antar desa tersebut. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini