Pendeta di Jakarta Gelar Syukuran Pelepasan Pdt Darwin Lumbantobing ke Sinode Godang HKBP

Administrator Administrator
Pendeta di Jakarta Gelar Syukuran Pelepasan Pdt Darwin Lumbantobing ke Sinode Godang HKBP
Darwin Lumbantobing
Jakarta (Pelita Batak) :

Tak kurang dari sekitar 300 orang utusan Sinode Godang, jemaat,  pendeta dan 6 Praeses Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menghadiri Ibadah Pemberangkatan  Pdt. Dr. Darwin Lumban Tobing menuju Sinode Godang HKBP (Sidang Besar) ke-63 yang akan digelar di Sipoholon,Tapanuli Utara. Ibadah ini digelar  di gedung Annex Komplek Mulia & Raja Jalan Kebon Nanas No. 70 Kel. Cipinang Besar Selatan,Jakarta Timur, Selasa (6/9/2016).

 

Ketua panitia pelaksana, St. Dr. Dumoli Siahaan dalam pengantarnya dengan lugas menyatakan  jika pertemuan para utusan sinode ini bukan merupakan  kampanye dalam rangka pemilihan Ephorus HKBP (pucuk pimpinan) yang akan datang .

 

"Ini bukan ajang kampanye tetapi berdoa bersama agar Roh Kudus yang memimpin Sinode Godang sehingga kita menaruh hormat, dan jangan ada penghianatan. Kami berharap Ephorus yang akan datang menjadi berkat bagi semua jemaat," pesan Dr. Dumoli.

 

Dalam sukuran ini setidaknya ada 4 perwakilan masing-masing utusan yang memberikan dukungan penuh atas pencalonan Dr. Darwin menjadi Ephorus. Diakhir acara sekaligus sebagai penutup, usai diberi cenderamata, bakal calon Ephorus, Pdt. Dr. Darwin Lumban Tobing didaulat untuk menyampaikan sambutan.

 

Dr. Darwin Lumbang Tobing mengungkapkan bahwa Sinode Godang merupakan hal yang lumrah dan biasa dalam menentukan pergantian pimpinan dengan maksud mencari pimpinan yang terbaru dan terbaik, yang dapat mengaktualisasikan semua masalah di HKBP

 

"Saya sudah dua periode menjabat sebagai rektor STT-HKBP, sekarang menjabat selaku ketua Rapat Pendeta mempunyai peluang yang sangat terbuka untuk menjabat Ephorus HKBP.  Saat ini banyak mantan anak didik saya menjadi Pendeta Resort (pimpinan wilayah) yang memiliki hak suara dalam pemilihan mendatang," ujarnya.

 

"Selain itu saya pun merasa sangat dekat dengan para Pendeta dan keluarga, karena banyak terlibat langsung dalam persoalan-persoalan Pendeta secara umum, dan secara konstitusional," tambah Darwin.

 

Menyinggung tetang visinya terkait persoalan yang sering dialami para Pendeta, salah satunya tentang penempatan tugas, menurut beliau hal itu disebabkan karena ketidak-seuaian antara kebutuhan jemaat dengan kemampuan Pendetanya, sehingga kelak harus banyak melakukan pelatihan kemudian diajarkan kembali kepada jemaat .

 

"Ke depan biro Personalia itu harus yang berdaya-guna (serba bisa,red), dapat melayani, mengabdi secara konkrit dalam kehidupan sekecil apapun," tegas peraih gelar doktoral dari LSTC Chicago, USA dan STT Jakarta, tahun 1999 itu.

 

Sebelum berlalu, bapak dari 4 putera dan puteri kesemuanya merupakan lulusan universitas negeri dan suami dari Mantasia br Siahaan itu memohon doa dan restu.

 

"Visi dan Misi saya harus sesuai dengan gereja, bahwa: 'HKBP is HKBP'," ujar penggemar makan "ikan na niarsik" itu menirukan judul bukunya ke-16 yang baru dia luncurkan bulan Agustus 2016 lalu. (R1)

Komentar
Berita Terkini