Jumat Agung, GPI Namorambe Rayakan dengan Perjamuan Kudus

Administrator Administrator
Jumat Agung, GPI Namorambe Rayakan dengan Perjamuan Kudus
TAp|PelitaBatak
Pimpinan Sidang GPI Namorambe Pdt Dinson Hutabalian STh (dua dari kiri) bersama para hamba Tuhan diabadikan bersama personil kepolisian yang berjaga selama ibadah Jumat Agung.

​Namorambe (Pelita Batak) :
Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Pasar IV Jl Besar Medan-Namorambe Gg Pisang merayakan Jumat Agung dengan perjamuan kudus, Jumat (14/4/2017). Ibadah yang dipimpin Pdt Dinson Hutabalian STh selaku Pimpinan Sidang berjalan dengan khidmat. Di seputaran Namorambe, ibadah Jumat Agung mendapat pengamanan dari personil kepolisian dari Sektor Namorambe.

Sebelum melaksanakan perjamuan kudus, Pdt Dinson Hutabalian membacakan nats kitab Lukas 23: 1-52 yang mengisahkan proses penyaliban Yesus dua ribu tahun yang lalu. Yesus disalibkan bukan menjadi peristiwa yang biasa atau karena tindakan kriminal.

Melainkan, lanjut Pdt Dinson, ada rencana Tuhan lewat pengorbaan Yesus di kayu salib. "Setidaknya ada tujuh hal atau tujuan kenapa Yesus harus disalibkan," katanya.

Tujuh tujuan Tuhan yaitu, untuk mengampuni dosa setiap orang (Markus 2:10), untuk menebus umatNya (Markus 10:45), untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hilang (Luk 19:10, Jer 2:13), untuk memperdamaikan manusia dengan Allah (1 Yoh 4: 10).

Kemudian sebagai upaya penyelamatandunia (1 Yoh 4 :14), membawa umat manusia kepada Allah (1 Petr 3:18), dan supaya manusia meninggalkan dosa (1 Petr 2:24, Rom 61-4).
 ​
"Maka, tinggalkanlah dosa. Jangan lagi hidup dalam dosa, agar kasih Tuhan yang telah rela mengorbankan putranya tidak sia-sia," ujarnya.

Pujian dipimpin Gr M Sirait, dan doa dipimpin St B Sianturi dan St W Butarbutar. Usai ibadah, seluruh jemaat dan hamba Tuhan bersalam-salaman ​sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Sebagai sekretariat gereja, St B Sianturi menyampaikan ucapan terimakasih kepada Polri yang mengerahkan personil untuk melakukan pengamanan selama ibadah berlangsung. "Memang kita akui, selama ini berkat kerjasama antara masyarkaat Namorambe dengan Polri dan kerukunan antar umat beragama di daerah itu, ibadah perayaan keagamaan senantiasa berjalan dengan baik," ujarnya.

Juga mengharapkan, suasana nyaman yang dirasakan warga Namorambe kiranya juga dirasakan seluruh umat beragama di Indonesia. (TAp)
 

Komentar
Berita Terkini