Pelita Batak:
Ada sekitar 1.069 masjid di Kota Medan namun sebagian besar pengelolaan masih dilakukan secara konvensional dan tidak difungsikan secara maksimal. Padahal selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid juga dimanfaatkan untuk berbagai aktifitas keagamaan dan sosial sekaligus menjadi sarana penguatan ukhuwah Islamiyah. Oleh karenanya pengelolaan masjid harus dilakukan secara profesional, sehingga jamaah tertarik untuk memakmurkannya.
Atas dasar itulah Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi S MSi menyambut baik digelarnya Seminar Nasional Manajemen Masjid di Grand Kanaya Hotel Jalan Darusalam Medan yang diselenggarakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara bekerjasama dengan Harian Waspada, Sabtu (20/8/2016).
Eldin menilai, seminar dilakukan untuk menyatukan persepsi bagi para pengurus masjid dalam rangka memakmurkan masjid. Apalagi selama ini tidak sedikit diantara sesama pengurus masjid yang saling curiga. Selain dituntut keterbukaan, juga diperlukan pola yang baik dalam mengurus masjid sehingga dapat difungsikan secara maksimal.
"Saya berharap hasil seminar ini akan menjadikan masukan penting bagi para pengurus masjid dalam melakukan pengelolaan ke depannya. Selain itu hasil seminar ini juga akan menjadi masukan dan pertimbangan bagi Pemko Medan dalam mengambil kebijakan,” kata Wali kota.
Dihadapan Pemimpin Umum Harian Waspada, Dr Hj Rayati Syafrin MBA, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Medan, H Iwan Zulhami, tokoh agama, tokoh masyarakat, para nazir dan BKM se-Kota Medan, Eldin selanjutnya berharap agar pengurus masjid harus sering berada di masjid. Dengan demikian para pengurus dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan para jamaah.
Di samping itu tambah Eldin lagi, para pengurus masjid juga harus menajdi contoh bagi para jamaah dalam memakmurkan masjid. Untuk itu mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu, mengajak para pengurus masjid untuk selalu memakmurkan masjid dengan selalu melaksanakan shalat berjamaah. “Jika ini dilakukan para pengurus, Insya Allah masjid akan dipenuhi jamaah,” ungkapnya.
Wali Kota selanjutnya berharap agar seminar seperti ini tidak berhenti begitu saja. Eldin ingin seminar ini terus digelorakan dalam upaya untuk me-manage masjid menjadi lebih baik ke depannya, termasuk untuk memakmurkannya. Eldin tidak mau banyak masjid yang berdiri dengan megah namun sedikit jamaah yang memakmurkannya. Apalagi dari hampir 3 juta penduduk Kota Medan, sekitar 2 juta diantaranya pemeluk agama Islam.
Pemimpin Umum Harian Waspada, Dr Hj Rayati Syafrin MBA yang mebuka seminar ini mengatakan, maanajemen sebuah masjid tidak hanya terfokus kepada sarana fisik ibadah semata. Karena itu pemikiran seperti ini perlu dikembangkan, sebab dalam paradigma manejemen masjid, pada hakikatnya adalah pendayagunaan masjid dalam berbagai multifungsi untuk kepentingan dan basis dakwah.
Jika masjid dikelola dengan baik, kata Rayati, tidak saja masjid sebagai pusat ibadah semata tetapi juga menjadi sentral kegiatan umat. Hal ini tentunya akan memberikan kontribusi peradaban Islam, khususnya di Kota Medan. Namun untuk mewujudkannya tentunya perlu dilakukan secara kerjasama.
"Terlebih lagi kami sebagai pihak media yang berfungsi memberikan informasi, edukasi, koreksi dan mediasi kepada masyarakat. Artinya daklam konteks hubungand engan masjid, Harian Waspada harus turut memberikan andil kepada pengembangan masjid, sehingga terwujud manajemen masjid di Sumatera Utara, Aceh, khususnya di Kota Medabn agar ke depannya lebih baik lagi,” harap Rayati.
Sementara itu Kabag Agama dan Pendidikan Kota Medan, M Ilyas Halim saat memberikan tertimoni dalam seminar ini mengungkapkan, Pemko Medan selama ini sangat mendukung upaya pengembangan masjid. Sebagai wujud dukungan itu dengan memberikan bantuan untuk rehabilitasi dan pembangunan masjid.
"Pemko Medan siap membantu rehabilitasi dan pembangunan masjid di Kota Medan asal memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Sebab, sudah ada pengurus masjid yang dipanggil BPKL karena tidak melaporkan penggunaan anggaran yang telah diterima. Di samping itu lantaran uang sudah diterima namun tidak dipergunakan dan uangnya justru disimpan dalam bank,” jelas Ilyas.
Di samping itu papar Ilyas, Pemko Medan juga memberikan bantuan paket Ramadhan untuk masjid-masjid.Kemudian memberikan bantuan kepada penjaga masjid maupun nazir sebesar Rp. 1 juta/bulan, serta Rp.500.000 per-bulan untuk guru maghrib mengaji. Bantuan ini diberikan Pemko Medan dalam upaya pengembangan sekaligus memakmurkan masjid.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama ini, Ilyas melihat ada sejumlah permasalahan yang ditemui dalam pengelolaan masjid. Selain belum pahamnya pengurus akana manajemen masjid, juga kurangnya keikhlasan pengurus dalam mengelola masjid. Kemudian Ilyas mengusulkan perlunya diterapkan ekonomi syariah untuk mendukung pengembangan masjid. (TAp)