Jelang Sinode Godang HKBP 2016

St Drs Jonter Situmorang STh: Pemimpin HKBP ke Depan Diharapkan Kuat dan Terpercaya

Administrator Administrator
 St Drs Jonter Situmorang STh:  Pemimpin HKBP ke Depan Diharapkan Kuat dan Terpercaya
St Drs Jonter Situmorang STh
Medan (Pelita Bata) :

Sosok yang 'kuat dan terpercaya' menjadi sosok yang pantas memimpin HKBP ke depan. Kriteria ini perlu untuk mengembalikan kepercayaan seluruh jemaat HKBP yang belakangan ini semakin tergerus akibat adanya berbagai opini yang cenderung berkembang di tengah jemaat dampak timbulnya sosok-sosok yang tidak lagi mencerminkan HKBP dan meneladani Yesus Kristus.

Sebagaimana diharapkan St Drs Jonter Situmorang (Majelis Pengerja Sinode Distrik X Medan-Aceh) mengomentari terkait akan berlangsungnya Sinode Godang HKBP 2016 dalam rangka periodeisasi kepemimpinan gereja tersebut, Kamis (8/9/2016). Dijelaskan Jonter, 'kuat' yang dimaksud adalah sosok yang punya intelektual, SDM dan integritas yang tangguh serta mempunyai hubungan yang baik dengan pemerintah mulai dari pemerintah tingkat terendah hingga yang tertinggi.

"HKBP adalah organisasi keagamaan yang ada di Indonesia, jadi harus mampu menjalin hubungan yang baik sehingga organisasi ini bisa tetap berjalan, bertumbuh dan berkontribusi bagi negara," katanya. Sebagai bagian dari NKRI, HKBP akan tetap berhubungan dengan negara baik dalam penerbitan IMB, sertifikasi, dan sebagainya akan berhubungan dengan pemerintahan. Sehingga HKBP butuh sosok pemimpin yang mampu menjamin terjalinnya harmonisasi dengan pemerintah dan masyarakat yang terdiri dari berbagai perbedaan.

"Pemimpin HKBP ke depan harus bisa menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah, sebagaimana Firman Tuhan dalam Roma 13 ayat 1," kata Jonter MPS terpilih periode 2016-2020 dari Distrik X Medan Aceh ini.

Ia juga melihat proses menuju Sinode Godang sejauh ini masih beralan dengab baik. "Semoga tetap dalam iringan Tuhan, sehingga bisa berjalan dengan baik. Pemerintah juga tidak menginterfensi jalannya proses yang terjadi," ujarnya.

Akan tetapi ketika disinggung mengenai foto Presiden RI dengan salah seorang pendeta yang maju menjadi calon ephorus, Jonter berpendapat hal itu hanya karena perbedaan tafsir saja. "Sinodisten harapan saya betul-betul memilih calon pemimpin yang teruji dan sesuai dengan pimpinan roh kudus. Asumsi saya, tentang bahasa intervensi, maaf kepada para pangula nagok tingki, memang bukan keseluruhan yang opotunis dalam rangka sinode yang akan dilaksanakan 12-18 September mendatang," katanya.

Lebih lanjut ia jelaskan, presiden saat berada di Parapat memesankan kepada HKBP dan denominasi gereja supaya mempersiapkan jemaatnya. Khususnya dalam menyambut perkembangan dunia pariwisata di kawasan Danau Toba. Pasalnya, kawasan wisata jika tidak diantisipasi dengan kesiapan SDM warga setempat akan berdampak lain. "HKBP dan gereja lainnya harus membina jemaat agar tidak terjebak dalam rona pariwisata yang kerap lebih hedonis. Tidak dipungkiri dampak negatif dari pariwisata akan ada seperti hiburan, masuknya budaya dari luar, bahkan amraknya prostitusi," jelasnya.

Ketika ditanyakan mengenai rapat MPS pada 8-9 September, Jonter mendengarkan informasi tersebut. Rapat yang dibuat untuk persiapan sinode godang, seminar Gedung Raja Pontas Lumbantobing, dan menindaklanjuti hasil rapat MPS 25-29 Juli yang lalu. Dimana pimpinan HKBP (ephorus) membentuk tim kerja untuk menindajklanjuti hasil laporan tim audit periode Februari-Juni 2016, diantaranya lembaga pendidikan HKBP, yayasan, dan seluruh lembaga yang bernaung di HKBP.

Menurut Jonter, sampai saat ini Komite Aset yang telah dibentuk sejak 2015, hingga saat ini masih belum bisa bekerja maksimal. Untuk itu, pemimpin yang baru nantinya diharapkan untuk bisa mendukung komite aset. "Bisa kiranya dipublikasikan di buku agenda, sehingga terpublikasi ke seluruh huria," ujarnya.

Pemimpin selanjutnya kiranya bisa memasukkan dalam program kerjanya pembentukan Forkasih (Forum komunikasi sintu HKBP) di setiap distrik yang draf pembentukannya telah diserahkans ejak 2012.

Jonter juga berpesan kepada seluruh peserta sinode dari Distrik X Medan Aceh untuk menghargai suara distrik untuk mendukung calon praeses yang telah terpilih dari distrik X Medan Aceh. Dari segi jumlah utusan dari distrik dua calon praeses yaitu Pdt Kardi simanjuntak MMin dan Pdt Dr Deonald Sinaga serta calon lainnya.

Sementara saat ditanya, siapa sosok yang pantas memimpin HKBP ke depan, Jonter menilai semua calon yang turut maju memiliki kesempatan terpilih. "Biarlah peserta sinode memilih dan Tuhan yang menetapkan. Kalau boleh memilih, ya harusnya yang kuat dan terpercaya. Satu hal lagi, bisa menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah," harapnya. (TAp)
Komentar
Berita Terkini