Monumen Benteng Huraba Jadi Tujuan Kunjungan Wisata

Administrator Administrator
Monumen Benteng Huraba Jadi Tujuan Kunjungan Wisata
Saut Ritonga
Benteng Huraba

Tapsel (Pelita Batak) : Monumen Benteng Huraba yang berada di Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola merupakan benteng pertahanan kemerdekaan, pasukan kesatuan Brigade Mobil Pimpinan Kompol Maskadiran kala itu. 

Benteng 'Jalur Maut' bagi Tentara Kolonial Belanda itu, pada hari-hari libur menjadi tujuan wisatawan yang tengah melintasi jalur lintas Sumatera Padangsidimpuan -Mandailing. 

Seperti pantauan Minggu 24 September 2017, masyarakat yang tengah melintas ramai menyempatkan diri sekedar singgah di bangunan Benteng peninggalan perjuangan rakyat, polisi dan angkatan darat dalam mempertahankan kemerdekaan itu terletak di atas bukit kecil, disekitarnya juga masih tersisa dua meriam yang diberi nama Simanis dan Lucsim.

Tercatat 27 nama bunga bangsa yang gugur kala itu, terdiri dari 16 Angkatan Darat dan 11 Polisi. Di bagian depan benteng, masih kokoh terpampang prasastri yang menceritakan garis pertahanan atau lini sebagai 'jalur maut' bagi Belanda pada pertempuran Mei-Juni 1949 silam.

Sekilas dalam sejarahnya, lini atau garis pertahanan itu merupakan dari penggarisan tongkat oleh Tuan Syekh Aek Libung. 

Setidaknya demikian yang tercatat dalam prasasti di Komplek Mesjid Benhur yang diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Raja Inal Siregar pada Sabtu 11 Agustus 1990 itu.

Karyadi (33) yang datang beserta keluarga itu, mengatakan, berkunjung ke tempat-tempat bersejarah pada dasarnya akan memberi wawasan dan pelajaran masa lalu terutama bagi anak-anak, demi wawasan perjuangan bangsa.

"Jadi memang sekalian singgah. Selain tujuannya berlibur, sekalian menunjukkan pelajaran sejarah bangsa pada anak-anak, biar mereka tahu begitu," ungkapnya yang datang berombongan dua angkutan mobil penumpang.

Pengunjung lainnya, Meri (25) berharap, akan adanya catatan keterangan perjuangan dari para pahlawan kala itu. Sebab katanya, selain keterangan nama-nama pejuang yang gugur dan relief yang berada di tempat itu, pengunjung sepertinya ingin membaca dan mengetahui bagaimana, heroiknya perjuangan para pahlawan kala itu.

"Dan ini nantinya sangat pantas atau mungkin diwajibkan bagi sekolah-sekolah untuk berwidya-wisata ke sini," ungkap warga Kota Padangsidimpuan ini.

Saat ini, semakin ramainya pengunjung di benteng, masyarakat setempat pun mulai melakukan pemungutan uang kebersihan yang tidak dipatok besarannya. Dibanding beberapa tahun sebelumnya, benteng ini kini tampak lebih bersih dan rapih. (Saut togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini