Tanah Ulayat Berbicara

Oleh: Ronsen Mangaratua Pasaribu
Administrator Administrator
Tanah Ulayat Berbicara
FB
Ronsen Mangaratua Pasaribu, Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia

Tanggal 6 November 2016, hari Minggu, saya memberikan penyampaian materi tentang tanah ulayat di Bonapasogit, lebih khusus di Kawasan Danau Toba, di HKBP Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

 

Gereja nampaknya hendak ambil peran membantu masyarakat di Bonapasogit. Dari diskusi yang melibatkan Tokoh Gereja termasuk Amang SAE Nababan yang hadir, beberapa hal disepakati :

 

* Tanah Ulayat jikapun masih ada, sudah diganti istilahnya dengan tanah komunal yang penggunaannya untuk hutan, danau atau lahan sumber air, perlu di proses tanah komunalnya. Dengan proses tertentu sesuai ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang nomor 10 Tahun 2016 tentang Tata Cara menetapkan Tanah Komunal dan tanah komunal di kawasan tertentu.

 

* Tanah milik yang belum terbagi, lebih banyak di Bonapasogit, karena pemiliknya adalah anggota keluarga yang bertebaran dimana-mana. Namun mereka tidak membagi. Akhirnya tanah terlantar. Kondisi tanah seperti ini luas dan banyak. Jangan dibiarkan terlantar.

 

* Masalah pemanfaatan tanah, menjadi menarik supaya dimanfaatkan sendiri supaya produktif mendatangkan dana hasil kepada pemilik dan pemasukan kepada pemerintah/Negara.

 

*Tanah yang sudah dibagi secara individual, sepakat untuk disertipikatkan dengan mekanisme yang sudah ada. Jika ada masalah dalam proses ini agar diselesaikan oleh pihak yang terkait.

 

* Pemanfaatan tanah dan pemberdayaan masyarakat, perlu didorong oleh Gereja, bekerjasama dengan stake holder untuk memanfaatkan tanah pekarangan masyarakat supaya berhasil guna keperluan keluarga seperti Sayur mayur, beternak ayam atau bebek petelor, begitu bidang Usaha Industri atau agroculture, dengan usaha produktif dengan membantu anggota kelompok dalam masalah bisnisnya mulai hulu sampai hilir seperti pemasaran.

 

Semoga bermanfaat bagi Jemaat dan menjadikan kegiatan kreatif baru bagi sebuah gereja HKBP saat ini, implementasi Tri Panggilannya.(Penulis: Ronsen Mangaratua Pasaribu, Ketua Umum Forum Bangso Batak Indonesia)

Komentar
Berita Terkini