Medan (Pelita Batak):
Dermaga Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan menjadi saksi peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Sumatera Utara, Senin (5/10/2026). Bukan sekadar seremoni militer, peringatan tahun ini membawa pesan kuat tentang pentingnya sinergi TNI dan rakyat dalam menjaga kedaulatan serta ketahanan nasional.
Upacara yang dipusatkan di Mako Kodaeral I, Jalan Serma Hanafiah, Belawan, itu dipimpin Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deny Septiana. Sebanyak 703 personel dari unsur TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara terlibat dalam pelaksanaan upacara.
Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya turut hadir bersama jajaran TNI/Polri, Forkopimda Sumatera Utara dan sejumlah pejabat terkait.
Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan soliditas tiga matra TNI di Sumatera Utara. Pasukan yang terlibat antara lain personel gabungan TNI AD, Kodaeral I, Yonif 8 Marinir, Lanud Soewondo, Yonko 469 Kopasgat, Kosek I Medan serta unsur PNS TNI dari tiga matra.
TNI dan Rakyat Jadi Kekuatan Utama
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang hadir dalam peringatan tersebut menekankan satu hal yang menjadi pesan sentral HUT TNI tahun ini: kekuatan pertahanan tidak dapat dipisahkan dari dukungan rakyat.
Surya menyebut sinergi dan kebersamaan TNI bersama masyarakat harus terus diperkuat. Menurutnya, hubungan tersebut merupakan modal penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sinergi antara TNI dan rakyat harus terus diperkuat. Kebersamaan ini modal penting menjaga kedaulatan dan keutuhan negara,” ujar Surya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kata Surya, juga memberikan apresiasi terhadap pengabdian prajurit TNI, bukan hanya dalam menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia berharap TNI semakin prima, solid, profesional dan senantiasa bersama rakyat dalam menjaga keutuhan serta kedaulatan NKRI.
Lima Nilai PRIMA
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Komandan Kodaeral I Deny Septiana, HUT ke-81 TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Tema tersebut menempatkan hubungan TNI, pemerintah dan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Panglima TNI juga menekankan agar nilai TNI PRIMA tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas prajurit.
PRIMA merupakan kependekan dari Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif.
Profesional berkaitan dengan penguasaan tugas dan kemampuan sesuai matra. Responsif berarti mampu menghadapi perkembangan lingkungan strategis. Integratif menekankan soliditas dengan seluruh komponen bangsa. Sementara modern berkaitan dengan penguasaan teknologi dan alat pertahanan, sedangkan adaptif menuntut kemampuan menghadapi perubahan serta tantangan baru.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan lingkungan strategis dan tuntutan terhadap TNI agar terus meningkatkan kemampuan personel maupun kesiapan organisasi.
Rico Waas Dorong Kolaborasi TNI-Pemko
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang turut menghadiri peringatan HUT TNI di Belawan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah.
Menurut Rico, memasuki usia 81 tahun, TNI bukan hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan keutuhan negara, tetapi juga telah memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, kolaborasi TNI dan pemerintah daerah dinilai perlu terus diperkuat untuk mendukung pembangunan sekaligus menjaga kondusivitas Kota Medan.
“Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya mengucapkan selamat HUT ke-81 TNI. Semoga TNI semakin solid, profesional dan dekat dengan rakyat,” ujar Rico.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung serta mendoakan prajurit TNI yang menjalankan tugas menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
Dari Belawan, Pesan Sinergi Diperkuat
Menariknya, semangat HUT TNI tidak hanya terasa di lingkungan markas dan satuan militer.
Di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, misalnya, Camat Muhammad Kennedy Tarigan bersama Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan, kepala desa dan lurah menyambangi Koramil 0201-13/Percut Sei Tuan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi simbol sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan serta pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pesan HUT ke-81 TNI di Sumatera Utara tidak berhenti pada barisan pasukan di lapangan upacara.
Dari Belawan hingga wilayah kecamatan, benang merahnya sama: memperkuat hubungan TNI dengan rakyat dan membangun kolaborasi antarlembaga untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan.
Di usia 81 tahun, tantangan TNI bukan hanya menjaga wilayah dari ancaman pertahanan, tetapi juga mempertahankan kepercayaan masyarakat. Karena itu, profesionalisme, kesiapan dan kedekatan dengan rakyat menjadi modal penting agar kekuatan pertahanan tetap berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat.
HUT ke-81 TNI di Sumatera Utara akhirnya bukan sekadar perayaan usia institusi. Dari Belawan, pesan yang dikedepankan justru sederhana namun strategis: TNI kuat bersama rakyat, dan kekuatan itu harus diterjemahkan melalui profesionalisme, sinergi serta pengabdian nyata.(*)