Kebutuhan dan Keinginan Saat Pandemi Covid-19

Oleh : Djalan Sihombing,SH
Administrator Administrator
Kebutuhan dan Keinginan Saat Pandemi Covid-19
Ist|pelitabatak

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata kebutuhan adalah yang dibutuhkan. Arti lainnya dari kebutuhan adalah yang diperlukan. Kebutuhan berasal dari kata dasar butuh. Kebutuhan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga kebutuhan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Keinginan

(ke.i.ngin.an)

nomina (n) barang apa yg diingini (diinginkan); (nomina).  Peri-hal ingin; hasrat; kehendak; harapan (nomina).  Contoh:

supaya ~ kita ter-kabul, marilah kita berdoa bersama-sama.

Banyak teori menyebutkan bahwa kebutuhan merupakan hal dasar dalam memenuhi keberlangsungan hidup dan harus segera terpenuhi.  Sedangkan keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang ataupun jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang.

Pada saat pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun, banyak hal yang terjadi dan tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Yang paling berdampak di bidang perekonomian.

Perekonomian turun drastis. Terjadi pengurangan tenaga kerja karena produktivitas produksi barang dan jasa menurun. Mobilitas dan pertemuan secara fisik berkurang. 

Kegiatan-kegiatan banyak dilakukan dari tatap muka (ketemu secara fisik) berubah menjadi sistem on line (media digital).

Dalam keadaan ekonomi yang kurang menentu, manusia harus berpikir ulang secara jernih dan bijaksana. Kebutuhan diutamakan daripada keinginan. Kebutuhan itu sangat mendasar, sedangkan keinginan itu sangat banyak dan belum tentu dibutuhkan saat ini.

Pesta juga ada yang penting dan harus dilaksanakan. Tapi ada pesta yang bisa ditunda atau tidak perlu dilakukan saat ini. Kalaupun pesta itu dilakukan, bisa dalam bentuk lain, misalnya, berdoa bersama di tempat masing-masing atau secara virtual (bisa zoom walaupun terbatas).

Banyak pesta yang sebenarnya penting, misalnya, ulang tahun,  pesta syukuran (parolop-olopon) pada setiap perubahan kepengurusan atau pesta perak,  jubileum, dan lain-lain.

Yang menjadi pertanyaan. Apakah pesta besar perlu pada saat orang-orang kekurangan karena dampak Covid-19? 

Pesta besar tentu butuh biaya besar, sedangkan sumber biaya yang diharapkan sulit didapatkan.

Kalau pesta itu diinginkan dan bukan merupakan kebutuhan, sebaiknya tidak dilaksanakan dulu, ditunda, atau dilaksanakan dalam bentuk lain. Bila dilaksanakan tidak harus membutuhkan biaya yang besar. 

Lebih baik mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Apalagi pandemi ini belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir.

Jaticempaka

Minggu, 11/04/2021

Komentar
Berita Terkini