Kebenaran, Keadilan, dan Kesempurnaan

Oleh : Djalan Sihombing,SH
Administrator Administrator
Kebenaran, Keadilan, dan Kesempurnaan
Ist|pelitabatak

MANUSIA diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Imago Dei). Tetapi manusia jatuh ke dalam dosa.

Apakah manusia masih sempurna sesuai kehendak Penciptanya? Tuhan menciptakan manusia sempurna adanya dan diberi kehendak bebas memilih yang baik dan benar. 

Apakah manusia itu tetap benar dan sempurna? 

Setelah jatuh ke dalam dosa, manusia tidak benar dan sempurna lagi. 

Kebenaran, keadilan, dan kesempurnaan mutlak milik Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta. Menurut Byron Pulsifer bahwa

"Kita semua menjalani hidup dengan kebutuhan untuk terbuka dan jujur ​​dengan keterbatasan kita sendiri, menyadari bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurna."

Kebenaran,  menurut orang yang satu dengan orang yang lain, berbeda-beda. Kebenaran kelompok yang satu dengan kelompok yang lain bisa berbeda. 

Kebenaran dan keadilan yang dimiliki manusia menjadi nisbi (tidak mutlak, tidak absolut).

Benar menurut A, belum tentu benar menurut B. Kebenaran manusia dipengaruhi latar belakang dan pengalaman hidup masing-masing.

Kebenaran dan keadilan menurut si A tidak bisa dipaksakan ke semua pihak, karena masing-masing menilai menurut kebenaran dan keadilannya. Sehingga manusia tidak perlu menghakimi antara yang satu dengan yang lain. Tidak bisa memaksakan kebenaran dan keadilan menurut kehendak sendiri kepada orang lain. Untuk itulah perlu saling menghargai, agar hidup tertib dan menuju keharmonisan.

Bila terjadi masalah kebenaran antara orang atau kelompok yang satu dengan yang lainnya sehingga masuk ke ranah hukum positif, maka yang memutuskan adalah hakim. Tetapi jangan lupa, bahwa hakim memutus berdasarkan fakta/data dan menurut nurani serta keyakinannya. Putusan hakim tidak bisa menyenangkan semua pihak. Putusannya tidak bisa sempurna.

Kembali juga bahwa hakim adalah manusia. Kebenaran, keadilan, dan kesempurnaan sejati tetap milik Tuhan Pencipta manusia dan alam semesta.

(Penulis, Advokat dan 

Anggota Perkumpulan Na Ringgas Manjaha)

Komentar
Berita Terkini