Pada bagian akhir pemaparannya, Pdt Mixon Simarmata menjelaskan sumbangan Teologi terhadap bisnis. Pertama, figur Yesus sebagai seorang entrepreneur. Inovatif (tidak mati dengan satu cara),
kooperatif, memberi diriNya untuk seluruh umat manusia(orientasi umat/pelanggan), dan berani
melakukan kebenaran, bersukacita).
Kedua, Konsep Alkitab tentang Sabat dan Bekerja. Sabat = dikhususkan dan dikuduskan. Tidak hanya berhubungan dengan hari. Namun juga berhubungan dengan Ekologi : Tahun Yobel, pembebasan tanah untuk tidak ditanami, bahkan memberikan kesempatan bagi orang lain.
Berhubungan dengan kepemilikan. Pemilik yang absolut atas seluruh kosmos ialah TUHAN bukan manusia. Sistem dominasi membuat kepemilikan bersama menjadi kepemilikan absolut. Sikap kita harus mendefenisikan ulang makna kepemilikan (bnd. 2 Kor.8:9)
Ekonomi secukupnya, berarti bukan sesuai keinginan tetapi kebutuhan. Gaya hidup konsumtif dan hedonisme.Karena belajar hidup bersyukur dan mencukupkan diri kalau tidak akan menghalalkan segala cara.
Proses ketaatan dalam ekonomi, sebagai alternatif atas sistem yang menindas dan memperbudak. Sistem dominasi berdampak pada relasi dalam komunitas. Gaya hidup berbagi dan memberi. Paradigma atas harta yang dimiliki, apakah anugerah atau perjuangan diri? Paradigma atas aktualisasi diri, apakah kaya agar dihargai atau ....? Berbagi adalah bagian dari ibadah (bnd. Yes.58:6-12, Yak.1:27).
Kesimpulan tentang Sabat menurut Mixon, memiliki dimensi keadilan, yakni hubungan baik antar sesama. Memiliki dimensi integritas moral, yakni tidak ada kelicikan, penipuan, kemunafikan atau kutuk.
Ketiga, sikap kritis Yesus terhadap individualisme maupun
komunalisme. Lihat kisah Alkitab, mendirikan tiga tenda, memarahi anak-anak yang datang pada Yesus, dua roti lima ikan, dan pembersihan Bait Suci.
Perjamuan Kudus sebagai penghargaan dan refleksi teologis terhadap enterpreneurship. Equal adalah semua subyek serta berbagi dan bersyukur.(*)
Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified