#PILKADA SEBAGAI #PESTA_DAULAT_RAKYAT

Administrator Administrator
#PILKADA SEBAGAI #PESTA_DAULAT_RAKYAT
IST|pelitabatak
Saor Siagian

Oleh: Saor Siagian, SH., MH

Tadi pagi, Saya di hubungi seorang ibu, yang masih kerabat saya.

Dia bertanya, Amang Siapa yang kita pilih, untuk pilkada besok  Rabu, tanggal 27 Juni.

Saya menyebutkan kriteria.

Orang nya, harus punya integritas, jujur, berani, punya hati yang melayani, Nasionalis, tidak SARA,  mendahului kepentingan rakyat nya, daripada kepentingan pribadi dan keluarganya.

Saya mengapresiasi ibu ini, dia bertanggung jawab, atas hak yang dia  miliki.

Karena satu suara yang kita miliki, sangat menentukan pemimpin daerah 5 tahun ke depan.

Suara yang kita miliki, adalah wujud Rakyat lah yang berdaulat atas suatu negara, atau satu daerah.

Oleh karenya, mari kita berbondong bondong ke bilik suara, untuk memberikan suara, dan ikut aktif mengawasinya.

Saya sendiri biasanya, setelah suara saya berikan, ikut memfoto hasil suara di bilik suara di tempat pilihan saya.

Wujud penghargaan kita, terhadap hak kita dan pesta demokrasi yang sedang kita jalankan.

Kita berharap, pemimpin yg kita pilih, sesuai harapan kita, yang dapat mensejahterakan kita, selama dia memimpin, bukan yang menghianati kita, merampok uang kita.

Hampir 50 persen, kepala daerah saat ini bermasalah hukum, karena masalah korupsi, sangat tragis dan memalukan.

Hindari, tolak, bahkan laporkan ke aparat kepolisian, kalau ada calon melalui tim suksesnya, memberikan uang, karena tindakan itu pelanggaran hukum.

Sehingga kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bertanggung-jawab.

Sebaliknya kalau kita sudah disuap dengan uang, kemungkinan besar, dia akan merampok uang negara, untuk mengembalikan uang yang sudah di keluarkan.

Saya mengatakan, kalau orang memberi dan merima uang yang populer disebut money politik, bukan saja tindakan itu pelanggaran hukum.

Tindakan tersebut DOSA TERHADAP KONSTITUSI DAN PENGHIANATAN TERHADAP DAULAT RAKYAT.

Kalau kita terima, tidak akan segara membuat kita kaya, atau sebalikinya, kalau kita tolak, tidak akan membuat kita  jadi miskin.

Kalau kita betul merdeka menentukan suara kita, tanpa bisa di iming iming, itu namanya seorang warga yang menghayati DAULAT RAKYAT YANG DIMILIKI.

Saya sangat sedih dan menyayangkan, ada yang menghimbau, terima uangnya tolak calonnya. Sikap tersebut adalah sikap seorang PECUNDANG bukan KESATRIA DAN  PENGHIANAT DEMOKRASI.

Karena bisa terjadi kalau kepala daerah korupsi dia mengatakan, bahwa saya sudah memberi uang kepada anda waktu pemilihan.

Bisa terjadi kita tidak berani  mengawal kepala daerah yg terpilih, atau tidak bisa ktitis terhadap kinerjanya.

Selamat merayakan pesta demokrasi dan pelaksanaan DAULAT RAKYAT.

HIDUP #DAULAT_RAKYAT!!!

Komentar
Berita Terkini