Bekasi (Pelita Batak):
Kepanitiaan Pesta Partangiangan Bolon Punguan Simamora Debataraja Dohot Boruna se-Jabodetabek (PSDB-J) resmi dibubarkan setelah sukses melaksanakan kegiatan yang digelar pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Gedung Mulia, Jl. Kebon Nanas No. 70, Jakarta Timur.
Acara pembubaran panitia dilaksanakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertempat di Lapo Internasional, Bekasi. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan Pesta Partangiangan Bolon.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Albertus Simamora, S.H., menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan, termasuk laporan keuangan panitia. Berdasarkan laporan yang disampaikan, setelah seluruh penerimaan diperhitungkan dan dikurangi dengan total biaya yang telah dikeluarkan, panitia masih mencatat surplus dana sekitar Rp200 juta lebih.
Ketua Panitia Albertus Simamora, S.H., dalam penyampaiannya mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Pesta Partangiangan Bolon PSDB-J.
“Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh rangkaian Pesta Partangiangan Bolon PSDB-J dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Keberhasilan ini bukan keberhasilan saya pribadi maupun panitia semata, tetapi merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar PSDB-J se-Jabodetabek,” ujar Albertus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras dan meluangkan waktu, tenaga, serta pikiran demi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh tanggung jawab. Demikian juga kepada pengurus, keluarga besar PSDB-J, para donatur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Tanpa kebersamaan dan dukungan semua pihak, kegiatan ini tentu tidak dapat terlaksana seperti yang kita harapkan,” tambahnya.
Terkait laporan keuangan, Albertus menegaskan bahwa seluruh penerimaan dan pengeluaran telah dicatat dan dipertanggungjawabkan dalam laporan panitia.
“Kami berusaha menjalankan amanah yang diberikan kepada panitia dengan sebaik-baiknya dan secara transparan. Setelah seluruh penerimaan dikurangi dengan biaya yang telah dikeluarkan, masih terdapat surplus sekitar Rp200 juta lebih. Kami berharap hasil pertanggungjawaban ini dapat diterima dengan baik dan menjadi bagian dari pertanggungjawaban kami kepada seluruh keluarga besar PSDB-J,” ungkapnya.
Albertus juga berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama proses persiapan hingga pelaksanaan pesta dapat terus dipertahankan dan menjadi kekuatan bagi PSDB-J ke depan.
“Pembubaran panitia ini bukan berarti berakhirnya kebersamaan kita. Justru kita berharap semangat persaudaraan, kekeluargaan dan gotong royong yang sudah terbangun selama kegiatan dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kegiatan PSDB-J ke depannya,” tuturnya.
Pembubaran panitia sekaligus menandai berakhirnya tugas dan tanggung jawab kepanitiaan dalam menyelenggarakan Pesta Partangiangan Bolon PSDB-J.
Keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur keluarga besar PSDB-J, mulai dari pengurus, panitia, anggota, donatur, hingga seluruh pihak yang turut memberikan dukungan.
Dengan disampaikannya laporan pertanggungjawaban dan dilaksanakannya pembubaran panitia, diharapkan seluruh hasil evaluasi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk penyelenggaraan kegiatan PSDB-J pada masa mendatang.
Pesta Partangiangan Bolon PSDB-J yang telah berlangsung sukses diharapkan semakin mempererat tali persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan seluruh Punguan Simamora Debataraja Dohot Boruna se-Jabodetabek.
Pembubaran panitia bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan menjadi momentum untuk melanjutkan semangat persaudaraan dan pelayanan demi kemajuan keluarga besar PSDB-J. (Polman Manalu)