Waspada !!! Sindikat Penipuan Sasar Orangtua Pelajar Di Padangsidimpuan

Administrator Administrator
Waspada !!! Sindikat Penipuan Sasar Orangtua Pelajar Di Padangsidimpuan
Ist
Ilustrasi

Padangsidimpuan (Pelita Batak) : Masyarakat diminta waspada dan hati hati terhadap aksi penipuan yang diperankan sejumlah orang melalui jaringan telepon memperdaya khususnya orangtua siswa.

Dengan modus menyebutkan anak nya mengalami kecelakaan di sekolah, sindikat penipuan mencoba memperdaya warga Padangsidimpuan S Togi Ritonga, Rabu 30 Mei 2018.

" Awalnya, saya menerima telepon  dari nomor 082112449681 sekira pukul 09.11 wib yang menyebutkan anak perempuan saya jatuh di kamar mandi sekolah sehingga mengalami luka di kepala dan tak sadarkan diri," ujarnya.

Selanjutnya, ketika Togi tanyakan dimana anaknya sekarang, lelaki penelepon menyebut telah dibawa ke rumah sakit umum oleh salah seorang guru bernama Aisyah dan selanjutnya memberikan nomor 085216455369 dan meminta untuk segera dihubungi agar tahu dimana dan bagaimana kondisi anaknya.

"Ketika nomor tersebut dihubungi terdengar suara perempuan yang sedang menangis dan mengatakan anak saya sudah ditangani dokter namun butuh penanganan segera, dan selanjutnya menyerahkan telepon kepada seseorang yang kemudian mengaku dokter bernama Gunawan," lanjutnya.

Dalam penjelasannya si dokter menyebutkan anak Togi masih belum sadarkan diri dan menyebutkan dibutuhkan segera sebuah alat X2B agar dapat menangani anak tersebut sebab jika tidak segera maka sangat membahayakan bagi jiwa si anak.

Si dokter kemudian mengatakan alat tersebut tidak ada di rumah sakit, tapi ada sebuah apotik yang memilikinya seraya menyampaikan nomor hp pemilik apotik yang disebut bernama Handoko di 081395983642.

Selanjutnya, Ritonga menuturkan ketika nomor yang dikatakan pemilik apotik itu membenarkan memiliki alat tersebut dan dapat mengirimkan langsung ke rumah sakit jika alatnya sudah dibayarkan.

Disebutkan si pemilik apotik bahwa alat itu untuk penanganan emergency karenanya harus segera sampai ke rumah sakit dan menyarankan agar segera melakukan pembayaran melalui transfer rekening bank.

"Saya menyampaikan melalui Bank BNI, dan si pemilik apotik mengirim kan nomor rekening BNI 0706440906 a/n Lukman M sebesar Rp.25.900.000. Dari sinilah awal kecurigaan saya ini sebuah penipuan yang perankan oleh sindikat sebab setelah saya cek ternyata anak saya berada di sekolah dalam keadaan sehat," ujar Ritonga

Selanjutnya, ia menyarankan agar masyarakat mewaspadai sindikat penipuan dengan  modus yang dialaminya dan kepada pihak pihak yang berkompeten diharapkan melacak sindikat tersebut dari nomor hp maupun rekening bank.(STR)

Komentar
Berita Terkini