Warga Dua Dusun Terpencil di Garoga Tapanuli Utara Butuh Sentuhan Pembangunan

Administrator Administrator
Warga Dua Dusun Terpencil di Garoga Tapanuli Utara Butuh Sentuhan Pembangunan
Abed Ritonga
Kondisi jalan rusak di Batunabolo Desa Simpangbolon dan Dusun Pangorian Desa Parinsoran Kecamatan Garoga Tapanuli Utara
Garoga(Pelita Batak): Warga Dusun Batunabolo Desa Simpangbolon dan Dusun Pangorian Desa Parinsoran Kecamatan Garoga Tapanuli Utara berharap sentuhan pembangunan infrastruktur Jalan di dua dusun tersebut segera dibenahi. 

 

Sepanjang jalan kurang lebih 20 Km, nampak rusak dan belum diaspal sama sekali. Hanya perkerasan di beberapa titik jalan saja yang nampak terlihat, namun sudah terkelupas akibat tidak ada tindak lanjut pembangunanya.

 

Terkesan pembangunan jalan ini diabaikan oleh pemerintah setempat menimbulkan kekecewaan warga yang bermukin 200 KK ini. Menurut  pengakuan salah satu warga Dusun Batunabolon N Pasaribu, jalan ini merupakan salah satu akses utama warga dua dusun ini menuju pusat pasar kecamatan Garoga

 

"Memang ada dua akses keluar Dusun kami ini menuju Pasar garoga atau yang ingin keluar daerah, termasuk melalui Dusun Pangorian tembus ke Desa Padang Siandomang. Jalan itu lebih parah lagi dan bahkan mobil belum bisa masuk menuju Desa Parinsoran karena jalannya sangat sangat rusak dan sempit. Lalu dari Desa Simpangbolon, kami harus melewati jalan yang rusak parah pula sepanjang kurang lebih 20 KM.  Dan hanya bebatuan kasar itulah sampai hari ini pembangunan yang di lakukan pemerintah pada kami dan itu dibuat sudah ada 4 Tahun lalu,"ucapnya. 

 

Warga lainnya S. Rambe warga Dusun Pangorian, kepada Pelita Batak mengatakan sebenarnya kedua dusun ini walau beda desa tapi masih berdekatan dan tidak ada batas sama sekali. Artinya banyak warga dusun Pangorian yang berladang di dusun Padang bulan dan sebaliknya. 

 

Ketika ditanya tentang pengalokasian Dana Desa, warga menjelaskan kalau dalam beberapa pertemuan atau musyawarah pembangunan di Dusun atau tingkat Desa, Kepala Desa selalu mengaku anggaran tidak cukup kalau mengandalkan Dana Desa yang punya keterbatasan. 

 

"Kami selalu diajak jika ada musyawarah Desa di sini. Tapi kepala Desa mengatakan gak cukup dananya yang terbatas dan hanya sebatas menunggu saja dari pemerintah Tapanuli Utara pembangunanya, Padahal inilah cita-cita kami yang belum terwujud, seandainya pembangunan jalan ini sudah lancar pasti ekonomi kami akan meningkat Tokke pun kalau mau datang membeli hasil bumi kami pasti tidak beralasan lagi merendahkan harga jual demi ongkos," ucapnya.

 

 

Seperti diketahui, kedua dusun ini belum memiliki Sekolah Tingkat Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga anak sekolah dari dusun tersebut harus tinggal kos di Kecamatan Garoga atau keluar daerah untuk menempuh pendididkan. Dusun ini terkenal sebagai penghasil padi, karet, kemenyan serta jagung di kecamatan Garoga Tapanuli Utara.(Abed Ritonga/TN)

Komentar
Berita Terkini