Tulus Nababan : Rencana Unjuk Rasa Selanjutnya di Pesta Danau Toba

Administrator Administrator
Tulus Nababan : Rencana Unjuk Rasa Selanjutnya di Pesta Danau Toba
Tulus GT Nababan

Taput (Pelita Batak) :
Walau mendapat perlawanan dari orang tak dikenal (OTK), Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Utara (AMPT) berencana melakukan aksi kembali di hari yang akan datang. Aksi akan digelar di lokasi pelaksanaan Festival Danau Toba di Muara pada 9 September 2016.

Demikian disampaikan Tulus Gok Tua Nababan, Rabu (31/8/2016) di Mapolres Taput. "Meski tadi pagi aksi yang kita lakukan mendapat perlawanan, kita akan tetap melakukan aksi. Kita memperjuangkan aspirasi masyarakat, jadi tidak ada yang bisa menghalangi kita," tegasnya usai melaporkan pengeroyokan terhadap dirinya oleh OTK saat melakukan aksi unjuk rasa tadi pagi.

"Sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Taput (AMPT), tentu dong harus berjuang, sebab tuntutan yang kita sampaikan bukan untuk kepentingan pribadi saya, jelas untuk penyelamatan asset daerah dan juga kualitas pembangunan di Tapanuli Utara agar bagus dan berkualitas. Tapi kalu ada yang mengatakan hanya untuk kepentingan pribadi, tentu itu hak merekalah yang mengatakan demikian, sebab hak memberikan pendapat tentu harus kita hargai," kata Tulus.

Baca ] OTK Aniaya Penjab Aksi>>>>

Kembali disampaikannya, unjuk rasa ini murni menyampaikan aspirasi, di mana beberapa poin untuk meminta kepada lembaga penegak hukum agar menindak lanjuti beberapa pengaduan LSM OMCI atas dugaan penerimaan Fee proyek di depan yang dinilai merupakan tindak pidana gratifikasi. Juga meminta kepada pihak Kejaksaan menindak lanjuti dugaan kasus Bansos TIK Tahun 2014.

"Atas tuntutan itulah terjadi pengeroyokan terhadap saya, dan apa kaitan pelaku atas beberapa poin yang akan saya sampaikan, tentu ada dalang di balik ini, dengan tujuan agar unjuk rasa tersebut tertuda. Ini membuktikan, bahwa semua poin yang saya sampaikan benar-benar terjadi," kata Tulus.

Sejumlah Tokoh dan Pemuda di Tarutung juga menyayangkan peristiwa ala premanisme di Kota Tarutung. "Ternyata masih ada preman peliharaan di Tapanuli Utara, setelah pergantian kepala Daerah," ujar satu diantaranya Adol Frian Rumaijuk yang juga merupakan pengurus di Yayasan Komunikasi Indonesia Sumatera Utara.

Peristiwa serupa telah terjadi dua kali, semestinya ini menjadi perhatian bagi penegak hukum. Jangan sampai aksi premanisme seperti di era orde baru terulang kembali.

Untuk itu, lanjut Adol, kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya apabila pihak penegak hukum mengungkap pelaku serta siapa dalang di balik ini. Sebab sikap pelaku dan siapa dibalik ini sikap tidak terpuji.(FH)

Komentar
Berita Terkini