Tambang Emas Martabe Sambut Pemilik Saham Baru

Administrator Administrator
Tambang Emas Martabe Sambut Pemilik Saham Baru
Saut Togi Ritonga

Tapsel ( Pelita Batak ) :

PT Agincourt Resources selalu pengelola Tambang Emas Martabe menggelar acara adat Tapanuli Selatan (Tapsel), Mamborgo-borgoi (tepung tawar), menyambut kehadiran pemilik saham baru, di Sopo Godang Martabe, Batangtoru, Tapsel, Sumatra Utara, Rabu (21/18/2018). 

Ratusan karyawan dan perwakilan dari muspika Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, kepala desa dan tokoh adat dari 15 desa lingkar tambang, serta perwakilan Lembaga Komunikasi Masyarakat Martabe (LKMM) turut hadir meramaikan acara tersebut.

Segera setelah proses perubahan kepemilikan saham tuntas, Presiden Komisaris PT Agincourt Resources akan dijabat Frans Kesuma, sedangkan direktur di antaranya Mulyadi Sutio. Keduanya hadir dalam upacara adat yang juga dihadiri beberapa perwakilan dari konsorsium EMR Capital, termasuk Owen Hegarty sebagai presiden komisaris, Anwar Nasution (komisaris) dan Nyaman Kiroyan (komisaris).

Proses akuisisi Tambang Emas Martabe ditarget selesai pada akhir November 2018. Sebelumnya pemegang saham utama PT Agincourt Resources adalah konsorsium yang dipimpin oleh EMR Capital, sebuah perusahaan dana akuitas pertambangan swasta asal Australia dengan komposisi kepemilikan saham adalah EMR 61,4%, Farallon Capital 20,6%, Martua Sitorus 11%, dan Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono 7%.

Kini kepemilikan PT.Agincourt Resources digantikan kepada PT. Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT United Tractors Tbk, salah satu anak PT Astra Internasional, Tbk. Sementara itu kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara (Pemda) melalui PT. Artha Anugraha Agung (ANA) sebesar 5% tidak mengalami perubahan.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy mengatakan 2017 merupakan tahun yang paling sukses dalam eksplorasi dan produksi ditambang emas martabe, dimana cadangan emas meningkat menjadi 4,8 juta ons dan produksi emas meningkat hingga rekor baru sebesar 355.000 ons.

"Kami optimis dengan pemegang saham baru, kinerja tambang emas Martabe akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi masyarakat sekitar khususnya dan umumnya bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Tambang Martabe merupakan tambang emas dan perak terbesar di Sumatera Utara yang telah dan akan terus memberikan manfaat subtansial kepada pemerintah Indonesia melalui pajak, royalti dan deviden.

Telah menyerap lebih dari 2.700 tenaga kerja dimana lebih dari 70 persennya berasal dari masyarakat setempat dan secara intensif menjalankan program tanggungjawab sosial perusahaan yang bertujuan meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Tambang emas Martabe ini akan beroperasi setidaknya hingga 2033 dan akan terus membuka peluang pembangunan di kecamatan Batang Toru dan Muara Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan dan diharapkan akan banyak keluarga yang akan mengalami peningkatan kualitas hidup sebagai dampak perkembangan tambang emas Martabe. (Saut Togi Ritonga)

Komentar
Berita Terkini