Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Tambang Emas Martabe ini bertujuan mendorong peningkatan kesejahteraan para petani, serta kemandirian dan ketahanan pangan di Batangtoru dan Muara Batangtoru ini dibentuk dalam bentuk seminar dan program peningkatan kapasitas bagi sekitar 500 orang petani.
Senior Manager Comunity Pramana Triwahjudi mengatakan tujuh puluh persen dari masyarakat Batangtoru memiliki mata pencarian bertani dimana keberadaan petani tidak boleh dipandang sebelah mata karena kehadirannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional yang keberhasilannya tidak dapat dilepaskan dari peran para pemangku kepentingan.
"Di GKMT 2018 ini, kami memberikan penekanan pentingnya peranan dan kesamaan sudut pandang para pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah daerah, akademisi dan lainnya dengan harapan nantinya akan ada persamaan misi mewujudkan ketahanan pangan dengan strategi kemitraan multi pihak yang berkelanjutan dan menjadi media interaksi antara petani dengan pemangku kepentingan," ujar Pramana
Program peningkatan kapasitas petani mengusung sub tema Petani SUPRA ( Sukses, Produktif dan Aktif) selain di ikuti petani dari kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, juga mengundang kelompok usaha mitra dampingan tambang emas Martabe dan perwakilan kelompok tani dari sentra pertanian kabupaten Tapanuli Selatan dari Kecamatan Batang Angkola, Sayur Maringgai dan Tano Tombangan.
"Kami selalu membuka kesempatan luas untuk meningkatkan kapasitas para petani, ini sangat penting untuk mendukung program pemerintah yakni mampu menunjukkan kekuatan Indonesia sebagai salah satu negara agraris di dunia. Kedaulatan pangan telah menjadi salah satu visi pemerintah Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan. Pencapaian visi ini tentu tidak bisa lepas dari peran tiap daerah untuk mendukung cita cita nasional sehingga menciptakan gerakan positif secara menyeluruh," ujar Pramana.
Seminar yang mengambil tema Peran Pemangku Kepentingan dalam Upaya Penguatan Rantai Usaha Tani tersebut menghadirkan narasumber dari UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara, Dinas Pertanian Kab Tapsel, PT Pertani, PT BISI Internasional dan Fakultas Pertanian Universitas Graha Nusantara serta PT Agincourt Resources.
Turut hadir dalam pembukaan seminar tersebut, Kadis Pertanian Tapsel Bismark Siregar, mewakili Camat Batangtoru, mewakili Danramil, mewakili Kapolsek, LKMM dan para Kepala Desa/kelurahan Lingkar Tambang serta undangan lainnya.(Saut Togi Ritonga)