Tapsel (Pelita Batak) :
PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe melaksanakan program CSR bidang pertanian bagi petani di Desa Batu Hula Kecamatan Batangtoru.
Senior Manager Community PT Agincourt Resources Pramana Triwahjudi mengatakan di desa Batu Hula pihaknya menyelenggarakan program optimalisasi kawasan persawahan terpadu dari hulu sampai hilir, mulai irigasi, penanaman hingga pasca panen.
"Area persawahan simpang alas dan laporotop Desa Batu Hula memiliki luas area tanam sekitar 50 hektar yang selama ini hanya mengandalkan tadah hujan sebagai sumber air.
PT Agincourt Resources memberikan dukungan sarana dan fasilitas terpadu yang diharapkan dapat membantu petani setempat meningkatkan hasil produksi pertanian nya," ujar Pramana.
Adapun sarana yang diberikan PT Agincourt Resources berupa 10 unit Pompa hydram yang memanfaatkan gaya grativasi mengalirkan air 50 liter per detik ke areal persawahan yang letaknya berada lebih tinggi dari permukaan sungai garoga.
Fasilitas ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar apapun serta mudah dalam hal perawatan. Sistem irigasi ini juga didukung solar panel 9 kw untuk mengoperasikan pompa submersible yang digunakan untuk mengalirkan kembali air sisa dari pompa hydram dengan kecepatan 13 liter / detik.
Kemudian pembinaan tekhnologi pertanian melibatkan sekitar 200 petani yang berupaya untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat.
"Selama ini musim tanam hanya sekali setahun dengan adanya dukungan ini diharapkan dapat dua kali atau bila memungkinkan hingga tiga kali setahun," pungkasnya.
Sarana pasca panen, PT Agincourt Resources juga membatu pengadaan penggilingan padi yang dikelola koperasi binaan dengan kapasitas produksi 5 ton per hari.
Unit ini juga dilengkapi lantai jemur seluas 750 m2 dengan bangunan gudang dan kantor seluas 270 m2. Kualitas beras yang dihasilkan mencapai tingkat beras premium.
Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu meresmikan pemanfaatan program optimalisasi kawasan pertanian terpadu tersebut bertempat di desa Batu Hula, Kamis 8 Agustus 2019
Kepada hadirin, Bupati mengatakan sangat membuka diri terhadap investasi di daerahnya dengan memperhatikan kearifan lokal.
"Investor silahkan menggali potensi alam yang ada. Bila pendapatan meningkat, hendaknya pendapatan karyawannya ikut meningkat, CSR kepada masyarakat juga meningkat, demikian halnya kewajiban terhadap pemerintah pusat maupun daerah turut meningkat," ujarnya.
Dikatakannya, tambang emas martabe ini juga milik kita bersama, dimana terdapat 5 persen saham pemerintah kabupaten dan provinsi yang dikelola PT ANA.
"Sarana dan fasilitas yang telah disediakan ini hendaknya dirawat agar dapat terus dimanfaatkan sebesar besarnya untuk meningkatkan produktivitas petani sebagai penerima manfaat."ujarnya.(Saut Togi Ritonga)