Reses Anggota DPRD Medan, Proklamasi Naibaho Tampung Aspirasi Warga

Administrator Administrator
Reses Anggota DPRD Medan, Proklamasi Naibaho Tampung Aspirasi Warga
TAp|pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Anggota DPRD Kota Medan, Drs Proklamasi K Naibaho menggelar Reses III tahun 2018 di daerah pemilihannya, Sabtu (22/12/2018). Ratusan warga menghadiri kegiatan yang menjadi program kerja DPRD di tahun 2018 yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dari konstituennya untuk kemudian menjadi bahan masukan dalam penyusunan program kerja Pemko Medan di tahun 2019 mendatang.

Reses dilaksanakan untuk menjemput aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya yang meliputi Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan dan Medan Sunggal. Melalui masukan dan informasi dari masyarakat akan dibawa ke dalam rapat-rapat di DPRD. Dengan demikian, perumusan program kerja pemerintah akan berbasis kebutuhan dan kondisi di lapangan. "Kami hadir ditengah ibu dan bapak, dan aspirasi atau keluhan maupun masukan ibu dan bapak akan menjadi bahan bagi kami," kata Politikus Partai Gerindra ini dihadapan warga. Hadir Lurah Kwala Bekala Rosintong J Sagala, Kepala Seksi Tata Pemerintahan, kecamatan Medan Selayang, Hotmaryani Sidabutar SKom MM, mewakili BPJS Kesehatan Lamhot D Sagala dan Rizky Afandy P Siregar.

Dua topik yang dalam reses kali ini difokuskan pada administrasi kependudukan dan BPJS. Menurut Proklamasi, kedua layanan ini sangat vital saat ini. Keluhan warga tentang pelayanan BPJS, pelayanan pengurusan administrasi kependudukan masih terjadi di sana-sini.

"Kita memang berharap agar pemerintah segera menemukan solusi untuk persoalan ini, warga harus bisa menerima pelayanan sebagaimana layaknya," katanya.

Seperti disampaikan warga Komplek Pemda Kecamatan Medan Selayang, masih kerap kewalahan mendapat pelayanan administrasi untuk mengakses layanan BPJS. Kemudian Valentina Simanjuntak juga mengatakan bahwa penerbitan e-KTP yang tidak memiliki batas waktu, sangat membuat warga kewalahan jika harus memperpanjang resi atau surat keterangan secara berkala dilakukan.

Kemudian, Efendi Sianipar menyampaikan saran kiranya penerbitan akte kematian bisa dilakukan di kelurahan, dengan harapan aktualisasi jumlah warga yang meninggal akan lebih valid.

Menanggapi pertanyaan warga, Hotmaryani dari kecamatan Medan Selayang menyampaikan bahwa sejumlah persoalan masih muncul dalam proses pelayanan bagi warga, namun pada prinsipnya pemerintah terus berupaya untuk melakukan perbaikan disegala lini.

Untum itu, Hotmaryani juga memohon kepada Proklamasi agar dalam rapat paripurna terlebih dalam pembahasan anggaran agar diusulkan pengadaan mesin cetak untuk e-KTP setidaknya satu unit per kecamatan. "Mengenai KTP, Medan memang kekosongan blangko KTP sejak beberapa bulan terakhir, " katanya.(TAp)

 

Komentar
Berita Terkini