Resahkan Orang Tua, 3 Siswi SMP/ MTS Labura Ditemukan Nginap di Warnet

Administrator Administrator
Resahkan Orang Tua, 3 Siswi SMP/ MTS Labura Ditemukan Nginap di Warnet
Ist|PelitaBatak
Ketiga siswi yang tidak pulang kerumah dinasehati di Polsek Kualuh Hulu.

Labuhanbatu Utara (Pelita Batak):

Satu malam tidak pulang ke rumah, hingga membuat orangtuanya resah, tiga siswi SMP/ MTS Kabupaten Labuhanbatu Utara, ditemukan personel Polsek Kualuh Hulu di warung internet bernama BIMA.NET di Sukarame, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan. Kamis (26/9/2019) sekira pukul 11.55 WIB.

Adapun identitas ketiganya yaitu AL (14), siswi SMP Negeri 2 Kualuh Selatan, warga Dusun 8, Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Devika SS (15), siswi MTS Negeri 1 Labura, warga Dusun Tanjung Makmur, Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X. BH (15), siswi MTS Negeri 1 Labura, warga Dusun 8 Kampung Durian, Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan.

Pencarian siswi bermula dari laporan masyarakat pada Hari Rabu (25/9/2019), terkait adanya berita di jejraring Media sosial tentang tidak kembalinya 3 siswi yang masih bersekolah di SMP dan MTS Negeri yang ada di Kabupaten Labuhaanbatu Utara ke rumah orang tua mereka, padahal pagi harinya mereka permisi pergi kesekolah.

"Berbekal berita di Media sosial tentang tidak kembalinya tiga orang anak perempuan yang masih bersekolah di SMP dan MTSN, Kanit Reskrim Iptu OR Tambunan bersama personel berhasil  menemukan mereka dari warung internet," ujar Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Asmon Bufitra.

Selanjutnya, AKP Asmon Bufitra didampingi Camat Kualuh Selatan dan petugas KPAI Labuhanbatu Utara melakukan upaya pembinaan serta bimbingan kepada ketiga siswi tersebut, untuk tidak melakukan hal- hal yang membuat orang tua mereka menjadi was- was dengan tidak kembalinya mereka kerumah, tanpa izin orang tua. Mereka juga dihimbau agar tidak bergaul terlalu bebas, menjauhi narkoba, serta rajin belajar untuk masa depannya, dan yang paling utama adalah tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama di kemudian hari.

"Usai diberi arahan dan nasehat, mereka kita berikan makan, karena pengakuan mereka belum makan sejak pagi," jelas AKP Asmon Bufitra.

Komentar
Berita Terkini