Reduksi Paham Radikalisme, Mabes Polri Sambangi Ponpes AL-Hidayah Deliserdang

Administrator Administrator
Reduksi Paham Radikalisme, Mabes Polri Sambangi Ponpes AL-Hidayah Deliserdang
IST|pelitabatak

Medan (Pelita Batak):

Pemerintah melalui institusi Polri bertekad untuk membangun sinergitas dengan seluruh komponen masyarakat untuk mereduksi faham Radikal, Intoleransi dan maraknya berita/informasi Hoax guna terciptanya Pemilu damai demi menjaga keutuhan NKRI serta mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2018 dan 2019.

Demikian disampaikan Kombes Pol. Yosep Sriyono JH, saat didampingi AKBP Syuhaimi dari Mabes Polri kepada para awak media, Selasa (26/6) usai mengadakan kegiatan Silaturahmi & Sinergitas antara Mabes Polri dan Ponpes AL Hidayah untuk mereduksi faham Radikal, Intoleransi dan Maraknya Berita/Informasi Hoax di gedung Galery Ponpes (Pondok Pesantren) Al Hidayah, Jalan Pasar IX Sawit Rejo, Desa Seiring Mencirim, kecamatan Kutalimbaru, Sumut.

Dijelaskan Kombes Pol Yosep Sriyono JH, bahwa kesempatan yang diberikan kepada Mabes Polri dalam kegiatan Halal Bi Halal tersebut dijadikan sebagai momentum untuk membangun Sinergitas antara Polri dan Ponpes AL Hidayah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi fasilitas Pesantren AL-Hidayah.

Sehingga dapat memberikan Rehabilitas bagi anak pelaku/mantan Napi teror, Re-Education terhadap pemahaman Ilmu Agama yang lebih luaa, serta mereduksi paham Radikal dengan program Deradikalisasi yang di Gagas oleh Polri dan Pendiri Ponpes AL-Hidayah," ungkap Yosep.

Selain itu, lanjut pria berpangkat Tiga Melati ini mengatakan pihaknya juga memberikan bentuk oleh Mabes Polri dengan memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren dalam pembangunan gedung Galery Perdamaian Ponpes AL-Hidayah Sei Mencirim.

Kombes Pol Yosep Sriyono JH, Yosef juga mengapresiasi adanya Galery Perdamaian yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk anti radikalisme bagi generasi mudanya untuk memerangi radikalisme.

Tentu bila hendak memerangi terorisme kita harus paham sejarahnya bagaimana. Dalam Galery ini sudah dibangun dan ditampilkan peristiwa - peristiwanya, apa yang menjadi faktor pendorong munculnya faham Radikalisme dan Edukasinya apa untuk membentengi Radikalisme," ungkapnya.

Tak lupa, dalam kunjungannya, Yosep mengimbau, sebagai bangsa yang besar yang memiliki Adat - istiadat, Budaya dan Agama, diharapkan masyarakat harus mengembangkan toleransi yang berlandaskan Pancasila dan Keutuhanan Yang Maha Esa yang sangat luar biasa sapat membentengi masyarakat dari perpecahan.

Sementara, pendiri Ponpes AL-Hidayah Ustad Khairul Gozali mengatakan Galery Perdamaian dibangun langsung oleh Kapolri, Kapolda dan Wakapolda Sumut dan juga unsur Mabes Polri yang tidak dapat disebutkan namanya hingga bangunan ini dapat seleaai dengan biaya hampir Rp 500 juta.

Adapun tujuan pembangunan Galery Perdamaian ini adalah sebagai museum untuk menyimpan segala kasus dalam bentuk Replika, Data tentang terorisme di Indonesia. Bukan untuk menginspirasi masyarakat menjadi teroris dan bertindak Radikalisme, namun tentang bahaya Terorisme dan Radikalisme yang bisa saja menyentuh keluarga maupun rumah tangga kita. Sebab terorisme yang bisa menyasar siapa saja.(Aries)

Komentar
Berita Terkini